Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   13 - Mar - 2010 Jam 00 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,403,200 1,347,072
Dirham 32,710 31,402
Emas *
24 K 325,145 312,139
22 K 298,050 280,167
20 K 270,954 249,278
18 K 243,859 219,473
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Tuesday, April 22, 2008

Resesi Mungkin Di Depan Mata....

Tanggal 28/2 lalu saya menulis tentang stagflation yaitu kombinasi antara stagnation dan inflation. Hari hari ini kondisi ini nampaknya semakin terasa kebenarannya.

Betapa tidak, minggu ini memasuki minggu ketiga dimana harga minyak marathon naik. Pagi ini harga minyak masih bertengger pada angka US$ 116.64/barrel. Kemarin bahkan sempat diatas harga US$ 117/barrel. Karena 1 barrel = 117.347765 liter, maka praktis 1 liter minyak mentah sudah mendekati U$ 1 – atau mendekati Rp 9200/liter. Sekali lagi pertanyaannya adalah kalau bahan mentahnya saja seperti ini, lantas mau dihargai berapa bahan bakar yang kita butuhkan sehari-hari ?.

Tidak berhenti disini, naiknya harga bahan bakar juga melambungkan biaya produksi dan distribusi bahan pokok yang kita butuhkan, artinya biaya hidup yang kita harus pikul akan tambah berat.

Disisi lain pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan sulit diharapkan pada situasi seperti ini karena investor akan cenderung mengurungkan investasinya – karena kalau segala sesuatunya menjadi lebih mahal – maka akan banyak feasibility investasi yang akan memerlukan kajian ulang.

Jadi bahasa sederhananya mencari uang menjadi sangat sulit dan setelah kita peroleh uang tersebut nilainya (daya belinya) sangat rendah.

Jumlah uang yang ada di perbankan dan bank sentral bisa jadi sangat banyak, demikian pula uang dalam arti luas M1, M2, dan M3 – seperti yang saya jelaskan pada tanggal 09/04/08 lalu. Namun karena uang ini tidak berputar, maka uang tidak menjadi manfaat malah menjadi beban – karena harga-harga menjadi tinggi.

Long Term M3 in US and the RecessionsIngat persamaan pertukaran M x V = P x Q (antara lain saya jelaskan dalam dalam tulisan tanggal 04/03/08 ) , kalau M tinggi , V dan Q stabil maka P yang akan naik mengikuti M. Tingginya M ini lah yang sekarang menggejala secara luas.

Dalam sejarah perekonomian dunia, tingginya M selalu menjadi awal dari terjadinya resesi. lihat grafik disamping yang menunjukkan data M3 di Amerika dan tingkat pertumbuhannya. Lihat pula tanda di sumbu x yang mewakili angka tahun, tanda merah untuk sumbu x adalah tahun-tahun dimana resesi terjadi.

Broad Money SupplyMungkin Anda berpendapat bahwa toh data tersebut di Amerika tidak akan mempengaruhi kita ?, tidak juga, karena data M3 ini secara global juga mirip dengan data yang ada di Amerika tersebut. Lihat grafik disamping.

Artinya kalau terjadi resesi di Amerika, maka sangat besar kemungkinannnya belahan dunia yang lain termasuk kita yang di Indonesia akan terkena dampaknya.

Bukan bermaksud pesimis atau menakut-nakuti karena sebagai muslim kita harus selalu optimis (lihat tulisan saya tanggal 17/04/08 lalu), tetapi memahami situasi yang mungkin akan terjadi ini juga dicontohkan dalam Al-Qur’an agar kita bisa melakukan langkah-langkah antisipasinya - dan membangun ketahan ekonomi - Yukhsinun - sebelum masa paceklik tiba. Wallhu A’lam.

Labels: , , , ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home