IHSG/Dinar Ratio dan Dinar Index...
Tiga hari lalu saya menulis tentang Dow/Gold Ratio (DGR) yang menggambarkan perbandingan harga saham di Dow Jones dengan harga emas.
Agar lebih dekat dengan yang kita hadapi sehari-hari, pada tulisan ini saya perkenalkan rasio sejenis tetapi tidak menggunakan Indek Dow Jones dibandingkan dengan harga emas dalam US Dollar , melainkan menggunakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) dari Indonesia Stock Exchange (IDX) dibandingkan dengan Harga Dinar dalam Rupiah. Untuk memudahkannya rasio baru ini sebut saja IHSG/Dinar Ratio.
Karena IHSG dalam angka ribuan sedangkan harga Dinar dalam angka Jutaan Rupiah , maka IHSG/Dinar Ratio disajikan dalam angka per mill sehingga dapat lebih mudah dilihat seperti pada grafik disamping.
Makna dari grafik disamping adalah dibandingkan dengan posisi 6 bulan lalu (Oktober 2007) ketika IHSG mencapai puncaknya, posisi IHSG sekarang ini - dalam ukuran Dinar - telah mengalami penurunan nilai 25%. Dibandingkan IHSG 12 bulan lalu, IHSG sekarang mengalami penurunan sekitar 12% - bila dibandingkan dengan nilai Dinar.
Untuk mempermudah lagi dalam memahami perbandingan kinerja investasi emas ini dibandingkan dengan investasi saham; maka IHSG/Dinar Ratio – kita balik rumusnya menjadi DINAR/IHSG Ratio atau sebut saja Dinar Index. Apabila hal ini kita lakukan maka grafik akan menjadi seperti disamping. Harga Dinar saat ini 32% lebih tinggi dibandingkan dengan harga saham yang terwakili di IHSG selama 6 buan terakhir. Posisi ini juga masih 14 % lebih tinggi dibandingkan dengan posisi 1 tahun lalu.
Jadi meskipun Emas atau Dinar saat ini berada pada harga yang rendah, dibandingkan kinerja investasi saham dalam enam bulan ataupun setahun terakhir – Dinar masih jauh lebih unggul. Hal ini juga senada dengan posisi globalnya seperti yang tercermin dalam Dow/Gold Ratio tersebut diatas.
Agar lebih dekat dengan yang kita hadapi sehari-hari, pada tulisan ini saya perkenalkan rasio sejenis tetapi tidak menggunakan Indek Dow Jones dibandingkan dengan harga emas dalam US Dollar , melainkan menggunakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) dari Indonesia Stock Exchange (IDX) dibandingkan dengan Harga Dinar dalam Rupiah. Untuk memudahkannya rasio baru ini sebut saja IHSG/Dinar Ratio.
Karena IHSG dalam angka ribuan sedangkan harga Dinar dalam angka Jutaan Rupiah , maka IHSG/Dinar Ratio disajikan dalam angka per mill sehingga dapat lebih mudah dilihat seperti pada grafik disamping.Makna dari grafik disamping adalah dibandingkan dengan posisi 6 bulan lalu (Oktober 2007) ketika IHSG mencapai puncaknya, posisi IHSG sekarang ini - dalam ukuran Dinar - telah mengalami penurunan nilai 25%. Dibandingkan IHSG 12 bulan lalu, IHSG sekarang mengalami penurunan sekitar 12% - bila dibandingkan dengan nilai Dinar.
Untuk mempermudah lagi dalam memahami perbandingan kinerja investasi emas ini dibandingkan dengan investasi saham; maka IHSG/Dinar Ratio – kita balik rumusnya menjadi DINAR/IHSG Ratio atau sebut saja Dinar Index. Apabila hal ini kita lakukan maka grafik akan menjadi seperti disamping. Harga Dinar saat ini 32% lebih tinggi dibandingkan dengan harga saham yang terwakili di IHSG selama 6 buan terakhir. Posisi ini juga masih 14 % lebih tinggi dibandingkan dengan posisi 1 tahun lalu.Jadi meskipun Emas atau Dinar saat ini berada pada harga yang rendah, dibandingkan kinerja investasi saham dalam enam bulan ataupun setahun terakhir – Dinar masih jauh lebih unggul. Hal ini juga senada dengan posisi globalnya seperti yang tercermin dalam Dow/Gold Ratio tersebut diatas.
Labels: Dinar Index, Dow/ Gold Ratio, IHSG/Dinar Ratio











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home