Hyperinflationary Depression...
Kemarin saya menulis tentang kemungkinan resesi di depan mata. Ternyata tanpa janjian – salah satu komentator di Kitco, Howard Ruff, pada waktu yang kurang lebih bersamaan menulis analisa yang senada dengan menggunakan data-data dan argumen yang berbeda.
Howard Ruff menggunakan data-data dari news letter “Shadow Government Statistic” atau SGS – nya John Williams. yang terakhir ini adalah seorang konsultan dan akademisi yang klien-kliennya adalah bank-bank dan perusahaan besar dunia. Shadow Goverment Statistic merupakan kajian kritis atas data-data yang disajikan pemerintah, yang kemudian dibuat analisa historisnya.
Tulisan Howard Ruff yang diberi judul Hyperinflation Deppression dapat Anda baca langsung dari sumbernya. Namun kalau nggak sempat baca, inti isinya adalah sebagai berikut :
• Dengan inflasi yang cenderung sangat tinggi sekarang (harga minyak pagi ini sudah diata US$ 18 /barrel), maka ada dua kemungkinan skenario yang akan terjadi.
• Skenario pertama adalah pemerintah bisa mengendalikan inflasi (seperti yang dilakukan Ronald Reagen awal tahun 1980-an)
• Skenario kedua pemerintah gagal mengendalikannya, sehingga akan terjadi hyperinflation
• Berdasarkan data-data yang di olah SGS tersebut, penulis – Howard Ruff berpendapat bahwa skenario yang kedua-lah yang lebih besar kemungkinannya untuk terjadi.
• Apabila skenario kedua yang terjadi, maka uang kertas manapun tidak akan bernilai lagi.
• Karena uang kertas tidak bernilai lagi, maka barter system akan kembali berlaku di masyarakat.
• Tentu saja emas dan perak akan menjadi alat tukar yang paling efektif untuk barang-barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Saya sangat menganjurkan pembaca blog ini juga membaca tulisan Howard Ruff yang lengkap melalui link yang saya berikan tersebut diatas, karena akan bagus untuk menambah wawasan kita tentang masa depan uang dan perekonomian dunia.
Selain tentu saja menambahkan kesiapan kita dalam memberikan alternatif masa depan yang lebih baik berdasarkan ajaran Islam yang kita yakini kebenarannya. Wallahu A’alm.
Howard Ruff menggunakan data-data dari news letter “Shadow Government Statistic” atau SGS – nya John Williams. yang terakhir ini adalah seorang konsultan dan akademisi yang klien-kliennya adalah bank-bank dan perusahaan besar dunia. Shadow Goverment Statistic merupakan kajian kritis atas data-data yang disajikan pemerintah, yang kemudian dibuat analisa historisnya.
Tulisan Howard Ruff yang diberi judul Hyperinflation Deppression dapat Anda baca langsung dari sumbernya. Namun kalau nggak sempat baca, inti isinya adalah sebagai berikut :
• Dengan inflasi yang cenderung sangat tinggi sekarang (harga minyak pagi ini sudah diata US$ 18 /barrel), maka ada dua kemungkinan skenario yang akan terjadi.
• Skenario pertama adalah pemerintah bisa mengendalikan inflasi (seperti yang dilakukan Ronald Reagen awal tahun 1980-an)
• Skenario kedua pemerintah gagal mengendalikannya, sehingga akan terjadi hyperinflation
• Berdasarkan data-data yang di olah SGS tersebut, penulis – Howard Ruff berpendapat bahwa skenario yang kedua-lah yang lebih besar kemungkinannya untuk terjadi.
• Apabila skenario kedua yang terjadi, maka uang kertas manapun tidak akan bernilai lagi.
• Karena uang kertas tidak bernilai lagi, maka barter system akan kembali berlaku di masyarakat.
• Tentu saja emas dan perak akan menjadi alat tukar yang paling efektif untuk barang-barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Saya sangat menganjurkan pembaca blog ini juga membaca tulisan Howard Ruff yang lengkap melalui link yang saya berikan tersebut diatas, karena akan bagus untuk menambah wawasan kita tentang masa depan uang dan perekonomian dunia.
Selain tentu saja menambahkan kesiapan kita dalam memberikan alternatif masa depan yang lebih baik berdasarkan ajaran Islam yang kita yakini kebenarannya. Wallahu A’alm.
Labels: Great Deppression, Hyperinflation, SGS











1 Comments:
Ass. wr Wb
Pak , saya tunggu Solar Cell nya. Insya Allah saya akan memasyarakatkannya.
Sellbuydinar
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home