Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   03 - Sep - 2010 Jam 06 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,556,760 1,494,490
Dirham 21,000 20,160
Emas *
24 K 360,728 346,299
22 K 330,667 310,827
20 K 300,606 276,558
18 K 270,546 243,491
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Friday, April 18, 2008

Harga Minyak Semakin Tidak Terjangkau, So What...?

Kalau Anda sempat perhatikan dashboard harga minyak mentah di sidebar blog ini , coba Anda arahkan cursor Anda ke tulisan 1M agar grafik menunjukkan trend harga minyak 1 bulan, maka Anda akan lihat pada pagi ini (18/04/08) separuh dari grafik yang kanan menunjukkan angka yang menanjak terus menerus.

Ini menunjukkan bahwa harga minyak yang terus naik selama dua pekan terakhir yang sampai pagi ini masih bertengger di angka US$ 115/barrel.

Sekarang coba Anda gerakkan lagi mouse sehingga cursor menunjuk ke tulisa 1Y, maka Anda akan lihat grafik harga minyak 1 tahun yang dimulai tanggal 17/04/07 (iya, tanggal 17 karena ketika tulisan ini saya buat waktu New York masih tanggal 17 – waktu Anda membaca tulisan ini tentu sudah berubah). Dari grafik tersebut Anda akan tahu harga minyak saat ini US$ 115/barrel, menunjukkan angka kenaikan sekitar 70% dibandingkan dengan harga minyak setahun lalu yang berkisar pada US$ 68/barrel.

Sekarang Anda coba perhatikan grafik harga Dinar disamping yang antara lain menunjukkan trend harga Dinar satu tahun terakhir. Setahun lalu harga Dinar berada pada kisaran Rp 880/Dinar. Saat tulisan ini saya buat harga Dinar adalah Rp 1,209,300 atau mengalami kenaikan sekitar 37 % dalam setahun terakhir.

Berdasarkan argumen yang saya bangun dalam blog ini bahwa daya beli Dinar atau emas tetap terhadap komoditi, maka harusnya harga Dinar sekarang berada pada kisaran angka Rp 1,500,000/dinar...agar tetap cukup membeli minyak dengan hraga (dalam Dinar) yang kurang lebih sama dengan harga tahun lalu.

Mengapa kenyataannya tidak demikian ? , berikut adalah dua kemungkinannya :

1. Kemungkinan pertama harga Dinar/emas yang masih terlalu rendah. kalau ini yang terjadi maka harga Dinar akan terdorong keatas sampai dalam jangka panjangnya akan terus memiliki daya beli yang stabil terhadap minyak mentah.

2. Kemungkinan kedua harga minyak yang sudah terlalu tinggi. kalau ini yang terjadi maka harga minyak dapat diharapkan turun dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hal ini mungkin-mungkin saja dalam jangka pendek tetapi rasanya tidak mungkin diharapkan dalam jangka panjang.

Saya sendiri berpendapat kombinasi keduanya yang akan terjadi; yaitu harga Dinar akan terus terdorong keatas dalam jangka panjang, harga minyak juga demikian (meskipun dalam jangka pendek bisa saja turun dahulu sebentar/sedikit). Harga minyak sangat mungkin akan naik lebih cepat dari emas dan akhirnya nanti bahkan dibeli dengan emas/Dinar-pun menjadi sangat mahal atau tidak ekonomis lagi.

Lho kok demikian ? berarti teori daya beli Dinar akan tetap sepanjang zaman batal - karena Dinar-pun tidak cukup untuk membeli minyak akhirnya ?

Tidak demikian juga. Daya beli Dinar tetap untuk kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan pokok manusia ini tidak terbatas pada jenis atau barang tertentu.

Untuk energy misalnya kita tidak harus menggunakan minyak terus sepanjang zaman. Bahkan minyak yang kita gunakan sekarang ini, baru secara luas dipakai dalam skala besar sejak
Edwin Drake melakukan pengeboran pertamanya di Western Pennsylvania tahun 1859. Negara-negara Arab yang menjadi super kaya karena minyak seperti sekarang, bahkan baru mulai menggali minyaknya selepas Perang Dunia ke 2.

Jadi minyak belum lama, dan kemungkinan besar juga tidak akan bertahan lama.

Tetapi rizky Allah dibidang energy-pun tidak akan pernah habis sampai akhir zaman. Apabila minyak tidak lagi terjangkau, lebih cepat lebih baik kita mulai pikirkan energy alternatifnya. Insyaallah ‘uang’ Dinar kita akan selalu cukup untuk membeli energy yang kita butuhkan – meskipun ini tidak berarti harus selalu minyak. Wallahu A’lam.

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home