Harga Minyak Kembali Naik & US Dollars Melemah....
Harga minyak kembali melonjak dalam perdagangan dunia kemarin, bahkan sempat mencapai angka US$ 112.21 /barrel sebelum akhirnya ditutup pada angka US$ 110.87/barrel (1 barrel = 117.347765 liter). Pemicu dari lonjakan ini adalah kabar menurunnya stock minyak dunia.
US$ Index yang berberak berlawanan dengan harga minyak dunia, kemarin melemah 0.52% menjadi 71.86. Sebaliknya harga emas dunia yang selalu bergerak sejalan dengan gerakan harga komoditi khususnya minyak, ikut melonjak dan sempat mencapai angka US$ 937.5/troy oz; sebelum akhirnya ditutup pada angka US$ 935/troy oz (1 troy oz = 31.1034768 grams).
Fluktuasi semacam ini akan terus terjadi dengan berbagai pemicu. Sehari sebelumnya misalnya harga emas turun karena IMF sedang mencari ijin untuk melepaskan sebagian cadangan emasnya sebesar 14.2 juta troy oz atau sekitar 442 ton.
Pasar emas kemarin juga sedikit banyak dipengaruhi oleh keluarnya hasil riset GFMS Consultant, ltd. yang berbasis di London yang intinya memprediksi harga emas akan mencapai US$ 1,100/troy oz akhir tahun ini atau awal tahun depan. Konsultan ini cukup didengar suaranya di pasar karena mereka pula yang selalu mensupply data ke World Gould Council atau Dewan Emas Dunia. Hasil riset GFMS Consultant, ltd. juga sejalan dengan berbagai alasan fundamental yang saya tulis dalam 4 tulisan saya minggu lalu dan awal minggu ini.
Terlepas dari berbagai penyebab fluktuasi harga emas tersebut, kita tidak perlu terlalu terpengaruh dengan gejolak sesaat demikian; yang lebih perlu kita perhatikan adalah trend jangka panjang yang disebabkan oleh alasan-alasan yang sifatnya fundamental. Lebih penting dari ini semua adalah niat kita untuk membebaskan diri dari system mata uang yang tidak adil, menuju mata uang yang adil sepanjang zaman. (Imam Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin). Wallahu A'alam.
US$ Index yang berberak berlawanan dengan harga minyak dunia, kemarin melemah 0.52% menjadi 71.86. Sebaliknya harga emas dunia yang selalu bergerak sejalan dengan gerakan harga komoditi khususnya minyak, ikut melonjak dan sempat mencapai angka US$ 937.5/troy oz; sebelum akhirnya ditutup pada angka US$ 935/troy oz (1 troy oz = 31.1034768 grams).
Fluktuasi semacam ini akan terus terjadi dengan berbagai pemicu. Sehari sebelumnya misalnya harga emas turun karena IMF sedang mencari ijin untuk melepaskan sebagian cadangan emasnya sebesar 14.2 juta troy oz atau sekitar 442 ton.
Pasar emas kemarin juga sedikit banyak dipengaruhi oleh keluarnya hasil riset GFMS Consultant, ltd. yang berbasis di London yang intinya memprediksi harga emas akan mencapai US$ 1,100/troy oz akhir tahun ini atau awal tahun depan. Konsultan ini cukup didengar suaranya di pasar karena mereka pula yang selalu mensupply data ke World Gould Council atau Dewan Emas Dunia. Hasil riset GFMS Consultant, ltd. juga sejalan dengan berbagai alasan fundamental yang saya tulis dalam 4 tulisan saya minggu lalu dan awal minggu ini.
Terlepas dari berbagai penyebab fluktuasi harga emas tersebut, kita tidak perlu terlalu terpengaruh dengan gejolak sesaat demikian; yang lebih perlu kita perhatikan adalah trend jangka panjang yang disebabkan oleh alasan-alasan yang sifatnya fundamental. Lebih penting dari ini semua adalah niat kita untuk membebaskan diri dari system mata uang yang tidak adil, menuju mata uang yang adil sepanjang zaman. (Imam Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin). Wallahu A'alam.
Labels: GFMS, World Gold Council











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home