Dalam Jangka Panjang Dollar Akan Terus Melemah dan Emas Akan Terus Naik…(Tulisan Terakhir dari 4 tulisan)
Sejauh ini sudah ada 9 alasan yang saya ungkap dalam tiga tulisan sebelumnya yaitu tanggal30/03; 01/04; dan 04/04 , yang seluruhnya menunjang prediksi bahwa US$ akan terus menurun.
Pada kesempatan kali ini saya ingin menggenapkan alasan-alasan tersebut dengan tiga alasan lagi, sehingga lengkaplah selusin alasan yang saya janjikan.
1) US trade balance deficit yang terus membengkak selama hampir dua dasawarsa terakhir merupakan sinyal buruk bagi perekonomian dan lapangan kerja di Amerika Serikat. Gambar disamping menunjukkan betapa dalamnya masalah defisit neraca perdagangan ini bagi Amerika Serikat.
Semakin besar defisit ini, semakin banyak Dollar harus dikeluarkan untuk membayar defisit tersebut – semakin banyak Dollar dikeluarkan semakin rendah daya belinya.
2) Pertumbuhan perusahaan-perusahaan besar Amerika yang dibanggakan banyak yang tidak didukung oleh kinerja nyata, tetapi lebih bersifat ‘financial engineering’ dan digerakkan oleh hutang. Saya ambil contoh disini adalah kejadian setahun lalu ketika berusahaan komputer besar meminjam uang dengan bunga rendah kemudian menggunakan uang tersebut untuk aksi korporasi buying back sampai 10 % sahamnya yang ada dipasar, pada hari hal ini dilakukan harga saham perusahaan tersebut dipasar naik 4%. Hal ini juga terjadi ketika perusahaan besar dibidang consumer goods melakukan hal yang sama.
Point-nya adalah, kekayaan orang/perusahaan bisa tiba-tiba bertambah bukan karena hasil kerja nyata, tetapi lebih karena hasil rekayasa keuangan. Karena hal ini dianggap lumrah dan jamak dilakukan maka kekayaan bangsa itu membesar dalam angka – tetapi esensinya keropos didalamnya; kalau sudah demikian tinggal menuggu waktu untuk mengempisnya.
3) Dan yang tidak kalah penting dalam mendorong US$ akan terus melemah terhadap emas adalah realita bahwa supply emas memang terbatas, sedangkan supply US$ Dollar boleh dibilang tidak terbatas – dapat dicetak kapan saja diperlukan. Yang terbatas tentu akan terus naik harganya, sebaliknya yang tidak terbatas akan terus turun harganya.
Dengan tulisan ini maka lengkaplah sudah 12 alasan yang saya pakai untuk menunjang prediksi saya bahwa dalam jangka panjang US$ akan terus turun dan emas akan terus naik.
Meskipun saya sndiri sangat yakin dengan prediksi ini, namun tentu saya bisa saja keliru. Untuk ini saya tidak menyatakan bertanggung jawab apabila ada kerugian yang timbul dari penggunaan analisa ini. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.
Pada kesempatan kali ini saya ingin menggenapkan alasan-alasan tersebut dengan tiga alasan lagi, sehingga lengkaplah selusin alasan yang saya janjikan.
1) US trade balance deficit yang terus membengkak selama hampir dua dasawarsa terakhir merupakan sinyal buruk bagi perekonomian dan lapangan kerja di Amerika Serikat. Gambar disamping menunjukkan betapa dalamnya masalah defisit neraca perdagangan ini bagi Amerika Serikat. Semakin besar defisit ini, semakin banyak Dollar harus dikeluarkan untuk membayar defisit tersebut – semakin banyak Dollar dikeluarkan semakin rendah daya belinya.
2) Pertumbuhan perusahaan-perusahaan besar Amerika yang dibanggakan banyak yang tidak didukung oleh kinerja nyata, tetapi lebih bersifat ‘financial engineering’ dan digerakkan oleh hutang. Saya ambil contoh disini adalah kejadian setahun lalu ketika berusahaan komputer besar meminjam uang dengan bunga rendah kemudian menggunakan uang tersebut untuk aksi korporasi buying back sampai 10 % sahamnya yang ada dipasar, pada hari hal ini dilakukan harga saham perusahaan tersebut dipasar naik 4%. Hal ini juga terjadi ketika perusahaan besar dibidang consumer goods melakukan hal yang sama.
Point-nya adalah, kekayaan orang/perusahaan bisa tiba-tiba bertambah bukan karena hasil kerja nyata, tetapi lebih karena hasil rekayasa keuangan. Karena hal ini dianggap lumrah dan jamak dilakukan maka kekayaan bangsa itu membesar dalam angka – tetapi esensinya keropos didalamnya; kalau sudah demikian tinggal menuggu waktu untuk mengempisnya.
3) Dan yang tidak kalah penting dalam mendorong US$ akan terus melemah terhadap emas adalah realita bahwa supply emas memang terbatas, sedangkan supply US$ Dollar boleh dibilang tidak terbatas – dapat dicetak kapan saja diperlukan. Yang terbatas tentu akan terus naik harganya, sebaliknya yang tidak terbatas akan terus turun harganya.
Dengan tulisan ini maka lengkaplah sudah 12 alasan yang saya pakai untuk menunjang prediksi saya bahwa dalam jangka panjang US$ akan terus turun dan emas akan terus naik.
Meskipun saya sndiri sangat yakin dengan prediksi ini, namun tentu saya bisa saja keliru. Untuk ini saya tidak menyatakan bertanggung jawab apabila ada kerugian yang timbul dari penggunaan analisa ini. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.
Labels: deficit, financial engineering, trade balance











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home