Alternatif Untuk Harga Minyak Yang Terus Mengkawatirkan...
Tanpa terasa, sudah sebulan ini harga minyak terus beranjak diatas US$ 100/barrel, bahkan sudah 2 minggu berada diatas US$ 110/barrel, dan seminggu berada diatas US$ 115/barrel. Terus terang saya belum melihat tanda-tanda penurunannya sampai saat ini.
Besuk malam kemungkinan akan ada pengumuman the Fed tentang pemotongan suku bunga, namun karena tidak banyak lagi yang bisa dipotong – kemungkinan juga dampaknya terhadap harga minyak tidak akan significant.
Bisa jadi yang terjadi malah sebaliknya, sudah seminggu ini US$ menguat; pada saat tulisan ini saya buat US$ Index berada pada angkja 72.57; bila the Fed menurunkan suku bunga – tergantung berapa basis point penurunannya – kemungkinan US Dollar akan melemah lagi dan harga minyak bis jadi akan bertambah mahal.
Apabila mengikuti statistik tahun-tahun sebelumnya emas mungkin masih akan turun sampai Mei atau bahkan June, sebelum diharapkan naik lagi semester kedua tahun 2008 ini.
Elemen yang juga sangat penting dari membangun ketahan ekonomi (yukhsinun) untuk masa depan kita dan anak-anak agar menjeadi generasi yang kuat; adalah mempersiapkan kelangsungan hidup generasi yang akan datang.
Salah satunya yang sangat mendasar adalah masalah energi ini; kalau sekarang saja bahan baku untuk minyak sudah diatas US$ 1 per liternya (pagi ini harga US$ 118/barrel ; sedangkan 1 barrel = 117.347765 liters), maka pada generasi anak kita atau cucu kita akan berada pada angka berapa harga minyak ini ?. Itupun kalau minyaknya masih ada, bagaimana kalau minyak benar-benar habis ?.
Paling tidak sampai tahun depan, kita di Indonesia mungkin belum perlu terlalu kawatir dengan harga bahan bakar kita. Karena tahun depan akan ada dua pemilu – yaitu Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden – maka siapapun yang berkuasa saat ini, akan ekstra hati-hati dalam menaikkan bahan bakar.
Disisi lain berbagai kekuatan di DPR akan beradu pamor dalam ‘memperjuangkan’ agar harga bahan bakar tidak naik. Apapun niat perjuangan mereka, rakyat mendapatkan manfaatnya dengan diurungkannnya kenaikan harga bahan bakar.
Bahan bakar baru akan dinaikkan apabila pemerintah benar-benar tidak mampu menahannya lagi; atau sesudah dua pemilu tahun depan – mana saja yang terjadi lebih dahulu.
Dari sudut pandang rakyat seperti kebanyakan kita, sebenarnya bukan solusi sementara naik atau tidaknya harga minyak yang kita butuhkan. Kita lebih butuh solusi yang lebih mendasar yang tidak hanya mengatasi masalah sesaat tetapi juga membangun kekuatan untuk masa depan. Untuk anak kita, cucu kita dan generasi penerus kita – kehidupan seperti apa yang kita siapkan untuk mereka...? .
Untuk yang terakhir inipun kita tidak bisa hanya berharap pada pemerintah atau penguasa – sipapaun mereka sekarang dan para pemenang pemilu tahun depan - sulit bagi kita untuk hanya berharap pada pada mereka; sebagai rakyat kita perlu berperan proaktif menyiapkan generasi yang akan datang.
Seperti yang pernah saya ungkapkan sebelumnya, ada projek energi kecil-kecilan yang kita harapkan besar dampaknya yaitu proyek tenaga surya dan tenaga bayu (angin); insyaallah projek ini akan segera jalan.
Selain proyek lifestyle seperti tenaga surya untuk perumahan dan kendaraan eksperimental, produk pertama yang akan kita luncurkan untuk rakyat banyak insyaallah adalah kompor tenaga surya ; agar bangsa ini tidak hanya bisa mengantri minyak atau memperdebatkan peralihannya ke gas; bangsa ini harus bisa memanfaatkan energi matahari yang melimpah di halaman kita – di negeri yang memiliki khatulistiwa ini. Wallahu A’lam.
Besuk malam kemungkinan akan ada pengumuman the Fed tentang pemotongan suku bunga, namun karena tidak banyak lagi yang bisa dipotong – kemungkinan juga dampaknya terhadap harga minyak tidak akan significant.
Bisa jadi yang terjadi malah sebaliknya, sudah seminggu ini US$ menguat; pada saat tulisan ini saya buat US$ Index berada pada angkja 72.57; bila the Fed menurunkan suku bunga – tergantung berapa basis point penurunannya – kemungkinan US Dollar akan melemah lagi dan harga minyak bis jadi akan bertambah mahal.
Apabila mengikuti statistik tahun-tahun sebelumnya emas mungkin masih akan turun sampai Mei atau bahkan June, sebelum diharapkan naik lagi semester kedua tahun 2008 ini.
Elemen yang juga sangat penting dari membangun ketahan ekonomi (yukhsinun) untuk masa depan kita dan anak-anak agar menjeadi generasi yang kuat; adalah mempersiapkan kelangsungan hidup generasi yang akan datang.
Salah satunya yang sangat mendasar adalah masalah energi ini; kalau sekarang saja bahan baku untuk minyak sudah diatas US$ 1 per liternya (pagi ini harga US$ 118/barrel ; sedangkan 1 barrel = 117.347765 liters), maka pada generasi anak kita atau cucu kita akan berada pada angka berapa harga minyak ini ?. Itupun kalau minyaknya masih ada, bagaimana kalau minyak benar-benar habis ?.
Paling tidak sampai tahun depan, kita di Indonesia mungkin belum perlu terlalu kawatir dengan harga bahan bakar kita. Karena tahun depan akan ada dua pemilu – yaitu Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden – maka siapapun yang berkuasa saat ini, akan ekstra hati-hati dalam menaikkan bahan bakar.
Disisi lain berbagai kekuatan di DPR akan beradu pamor dalam ‘memperjuangkan’ agar harga bahan bakar tidak naik. Apapun niat perjuangan mereka, rakyat mendapatkan manfaatnya dengan diurungkannnya kenaikan harga bahan bakar.
Bahan bakar baru akan dinaikkan apabila pemerintah benar-benar tidak mampu menahannya lagi; atau sesudah dua pemilu tahun depan – mana saja yang terjadi lebih dahulu.
Dari sudut pandang rakyat seperti kebanyakan kita, sebenarnya bukan solusi sementara naik atau tidaknya harga minyak yang kita butuhkan. Kita lebih butuh solusi yang lebih mendasar yang tidak hanya mengatasi masalah sesaat tetapi juga membangun kekuatan untuk masa depan. Untuk anak kita, cucu kita dan generasi penerus kita – kehidupan seperti apa yang kita siapkan untuk mereka...? .
Untuk yang terakhir inipun kita tidak bisa hanya berharap pada pemerintah atau penguasa – sipapaun mereka sekarang dan para pemenang pemilu tahun depan - sulit bagi kita untuk hanya berharap pada pada mereka; sebagai rakyat kita perlu berperan proaktif menyiapkan generasi yang akan datang.
Seperti yang pernah saya ungkapkan sebelumnya, ada projek energi kecil-kecilan yang kita harapkan besar dampaknya yaitu proyek tenaga surya dan tenaga bayu (angin); insyaallah projek ini akan segera jalan.
Selain proyek lifestyle seperti tenaga surya untuk perumahan dan kendaraan eksperimental, produk pertama yang akan kita luncurkan untuk rakyat banyak insyaallah adalah kompor tenaga surya ; agar bangsa ini tidak hanya bisa mengantri minyak atau memperdebatkan peralihannya ke gas; bangsa ini harus bisa memanfaatkan energi matahari yang melimpah di halaman kita – di negeri yang memiliki khatulistiwa ini. Wallahu A’lam.
Labels: tenaga bayu, tenaga surya











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home