Harga Dinar Turun Significant Hari Ini...
Gerai Dinar menurunkan harga jual dinar secara significant hari ini. Penurunan yang mencapai lebih dari Rp 23,000/ Dinar ini disebabkan oleh menurunnya harga emas international di perdagangan Dunia dari US$ 992 /troy oz hari Senin menjadi US$ 964 /troy oz pagi ini .
Berbeda dengan pemicu naik-turunnya harga emas yang pada umumnya berlawanan arah langsung dengan naik turunnya US Dollar Index; kemarin US Dollar Index tidak membaik malah masih sedikit menurun – tetapi Emas turun juga, jadi apa penyebabnya turunnya emas kalau begitu ?.
Banyak faktor lain yang bisa ikut mempengaruhi naik turunnya harga emas selain daya beli uang kertas itu sendiri (Rupiah, US$ dslb) . Sebut saja dua yang dominan adalah harga-harga komoditi dan sentimen pasar.
Karena daya beli Dinar atau emas relatif tetap sepanjang zaman, harga emas mengikuti naik turunnya komoditi. Hampir seluruh komoditi di pasar dunia kemarin mengalami penurunan. Dimulai dari harga minyak mentah yang turun dari angka psikologisnya diatas US$ 100 / barrel – tepatnya pada angka US$ 103.95 pada hari Senin, turun menjadi US$ 98.87 kemarin.
Perdagangan emas internasional kemarin juga diwarnai aksi ambil untung dari para pemain pasar. Setelah marathon kenaikan harga emas yang terus menerus dalam dua minggu terakhir – sebenarnya pasar berharap harga emas bisa mencapai US$ 1,000/troy oz minggu ini.
Namun untuk mencapai angka psikologis harga emas US$ 1,000 tersebut, diperlukan kenaikan yang setara di komoditi lain – minyak misalnya akan berharga sekitar US$ 107/barrel. Karena kenaikan harga minyak tersebut tidak terjadi, maka mulailah reaksi pasar untuk mengambil untung dengan menjual stok emasnya.
Seluruh penyebab penurunan tersebut sifatnya sesaat dan tidak fundamental. Minyak tetap langka, jadi cepat atau lambat akan kembali naik – demikian juga emas yang berarti juga Dinar. Daya beli US$ tetap lemah dan belum nampak ada hal yang akan menguatkannya.
Jadi dalam jangka pendek bisa saja emas turun, tetapi jangka menengah panjangnya, insyaAllah akan selalu naik. Tidak ada waktu yang buruk untuk pindah ke asset real yang adil, tetapi ada waktu yang paling baik untuk melakukannya. Hari ini atau beberapa hari kedepan akan menjadi waktu yang paling baik untuk pindah ke Dinar, selagi harga emas internasional menarik nafas di sela-sela marathon panjangnya. Wallahu A’lam.
Berbeda dengan pemicu naik-turunnya harga emas yang pada umumnya berlawanan arah langsung dengan naik turunnya US Dollar Index; kemarin US Dollar Index tidak membaik malah masih sedikit menurun – tetapi Emas turun juga, jadi apa penyebabnya turunnya emas kalau begitu ?.
Banyak faktor lain yang bisa ikut mempengaruhi naik turunnya harga emas selain daya beli uang kertas itu sendiri (Rupiah, US$ dslb) . Sebut saja dua yang dominan adalah harga-harga komoditi dan sentimen pasar.
Karena daya beli Dinar atau emas relatif tetap sepanjang zaman, harga emas mengikuti naik turunnya komoditi. Hampir seluruh komoditi di pasar dunia kemarin mengalami penurunan. Dimulai dari harga minyak mentah yang turun dari angka psikologisnya diatas US$ 100 / barrel – tepatnya pada angka US$ 103.95 pada hari Senin, turun menjadi US$ 98.87 kemarin.
Perdagangan emas internasional kemarin juga diwarnai aksi ambil untung dari para pemain pasar. Setelah marathon kenaikan harga emas yang terus menerus dalam dua minggu terakhir – sebenarnya pasar berharap harga emas bisa mencapai US$ 1,000/troy oz minggu ini.
Namun untuk mencapai angka psikologis harga emas US$ 1,000 tersebut, diperlukan kenaikan yang setara di komoditi lain – minyak misalnya akan berharga sekitar US$ 107/barrel. Karena kenaikan harga minyak tersebut tidak terjadi, maka mulailah reaksi pasar untuk mengambil untung dengan menjual stok emasnya.
Seluruh penyebab penurunan tersebut sifatnya sesaat dan tidak fundamental. Minyak tetap langka, jadi cepat atau lambat akan kembali naik – demikian juga emas yang berarti juga Dinar. Daya beli US$ tetap lemah dan belum nampak ada hal yang akan menguatkannya.
Jadi dalam jangka pendek bisa saja emas turun, tetapi jangka menengah panjangnya, insyaAllah akan selalu naik. Tidak ada waktu yang buruk untuk pindah ke asset real yang adil, tetapi ada waktu yang paling baik untuk melakukannya. Hari ini atau beberapa hari kedepan akan menjadi waktu yang paling baik untuk pindah ke Dinar, selagi harga emas internasional menarik nafas di sela-sela marathon panjangnya. Wallahu A’lam.
Labels: Harga Dinar, Harga Minyak, Turun











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home