Pada Akhirnya Nanti Tidak Akan Ada Yang Bisa Mempengaruhi Harga Emas Selain Pasar Itu Sendiri…
Di kalangan pemain pasar emas ada joke kecil tentang emas dan Ppresiden Amerika Serikat berikut :
Sebelum presiden Clinton menyerahkan ke Bush tampuk pimpinan Amerika Serikat, ia mengajak calon penggantinya ini untuk melihat-lihat Gedung Putih. Saat itu Bush kebelet ke kamar kecil, dan dipersilahkanlah oleh Clinton untuk menggunakan tempat pribadinya. Saat itulah Bush merasakan betapa indahnya ‘tempat kencing’ yang disediakan oleh Gedung Putih.
Keindahan ‘tempat kencing’ dari emas inipun diceritakan Bush ke istrinya Laura dengan bangganya, bahwa nanti kalau dia sudah tinggal di Gedung Putih dia akan memiliki tempat kencing pribadi dari emas. Ketika kesempatan lain Laura ketemu Hillary Clinton, Laura pun bercerita ke Hillary – bahwa nanti setelah suaminya tinggal di Gedung Putih – dia akan menikmati tempat kencing pribadi dari emas.
Di tempat tidur – malamnya – menjelang tidur Hillary bicara sama suaminya; “ Jadi sekarang saya tahu – siapa yang mengencingi saxophone-mu”.
Kalaupun Bush benar-benar tidak bisa membedakan antara custom-made saxophone dengan urinoir ; tidak demikian halnya dengan team keuangannya – termasuk Federal Reserve-nya. Mereka sangat paham tentang emas dan apa dampaknya kalau harga emas dibebaskan ke mekanisme pasar. Harga emas akan membubung tinggi dan meninggalkan US$ yang semakin tidak ada nilainya.
Inilah sebabnya dari waktu kewaktu, pemerintahan mereka dan juga lembaga internaional yang dalam pengaruh kendalinya seperti IMF utuk semaksimal mungkin mempengaruhi harga pasar emas.
Ini tidak akan bertahan lama karena cadangan emas mereka sendiri makin lama makin habis, lihat tulisan saya mengenai penyebab turunnya harga emas.
Faktor lain adalah realita bahwa supply emas adalah terbatas – kalau ada pertumbuhan sedikit di tempat lain – akan ada yang berkurang di tempat lain. Lihat juga tulisan saya beberapa hari lalu tentang turunnya produksi di Afrika Selatan yang pada saat bersamaan ada kenaikan produksi di China.
Inilah scenario Allah, mengapa Rasulullah SAW menetapkan bahwa nishab emas, diyat dan beberapa ketentuan syariat lainnya dengan nilai emas atau perak – karena nilainya akan independent, nilainya akan adil sepanjang zaman.
Dari waktu ke waktu berbagai pihak akan berusaha mempermainkan harga emas sebagaimana mereka mempermainkan nilai-nilai keadilan lainnya, tetapi scenario Allah-lah yang akan jalan. Wallahu A’lam.
Sebelum presiden Clinton menyerahkan ke Bush tampuk pimpinan Amerika Serikat, ia mengajak calon penggantinya ini untuk melihat-lihat Gedung Putih. Saat itu Bush kebelet ke kamar kecil, dan dipersilahkanlah oleh Clinton untuk menggunakan tempat pribadinya. Saat itulah Bush merasakan betapa indahnya ‘tempat kencing’ yang disediakan oleh Gedung Putih.
Keindahan ‘tempat kencing’ dari emas inipun diceritakan Bush ke istrinya Laura dengan bangganya, bahwa nanti kalau dia sudah tinggal di Gedung Putih dia akan memiliki tempat kencing pribadi dari emas. Ketika kesempatan lain Laura ketemu Hillary Clinton, Laura pun bercerita ke Hillary – bahwa nanti setelah suaminya tinggal di Gedung Putih – dia akan menikmati tempat kencing pribadi dari emas.
Di tempat tidur – malamnya – menjelang tidur Hillary bicara sama suaminya; “ Jadi sekarang saya tahu – siapa yang mengencingi saxophone-mu”.
Kalaupun Bush benar-benar tidak bisa membedakan antara custom-made saxophone dengan urinoir ; tidak demikian halnya dengan team keuangannya – termasuk Federal Reserve-nya. Mereka sangat paham tentang emas dan apa dampaknya kalau harga emas dibebaskan ke mekanisme pasar. Harga emas akan membubung tinggi dan meninggalkan US$ yang semakin tidak ada nilainya.
Inilah sebabnya dari waktu kewaktu, pemerintahan mereka dan juga lembaga internaional yang dalam pengaruh kendalinya seperti IMF utuk semaksimal mungkin mempengaruhi harga pasar emas.
Ini tidak akan bertahan lama karena cadangan emas mereka sendiri makin lama makin habis, lihat tulisan saya mengenai penyebab turunnya harga emas.
Faktor lain adalah realita bahwa supply emas adalah terbatas – kalau ada pertumbuhan sedikit di tempat lain – akan ada yang berkurang di tempat lain. Lihat juga tulisan saya beberapa hari lalu tentang turunnya produksi di Afrika Selatan yang pada saat bersamaan ada kenaikan produksi di China.
Inilah scenario Allah, mengapa Rasulullah SAW menetapkan bahwa nishab emas, diyat dan beberapa ketentuan syariat lainnya dengan nilai emas atau perak – karena nilainya akan independent, nilainya akan adil sepanjang zaman.
Dari waktu ke waktu berbagai pihak akan berusaha mempermainkan harga emas sebagaimana mereka mempermainkan nilai-nilai keadilan lainnya, tetapi scenario Allah-lah yang akan jalan. Wallahu A’lam.















0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home