Harga Emas Mencapai Record Tertinggi ...
Pada saat artikel ini saya tulis harga emas dunia berada pada angka US$ 944 /troy oz. yang merupakan harga emas dalam US$ tertinggi sepanjang sejarah.
Harga Dinar dalam Rupiah baru menyamai record tertingginya tanggal 29/1 lalu yang berada pada Rp 1,200,000. Penyebabnya adalah nilai tukar Rupiah saat ini (1 US$ =Rp 9,200) yang lebih kuat dibandingkan tanggal 29/1 lalu (1 US$ =Rp 9,355).
Ada tiga penyebab utama naikknya harga emas dalam US$ kemarin.
Pertama adalah pengumuman dari Federal Reserve yang menyatakan bahwa dampak dari krisis perumahan yang sudah berlangsung beberapa bulan sejak tahun lalu, akan menurunkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dari perkiraan sebelumnya. Saat ini pertumbuhan tersebut diperkirakan hanya akan mencapai 1.3% s/d 2 %. Sebelumnya diperkirakan pertumbuhan GDP antara 1.8% s/d 2.5%.
Penyebab kedua adalah naiknya harga minyak mentah dunia yang kemarin kembali melewati angka US$ 100 per barrel. Naiknya harga minyak ini juga didorong oleh kekawatiran menurunnya nilai US$.
Penyebab ketiga adalah diungkapnya data consumer price inflation di Amerika Serikat untuk bulan Januari lalu yang ternyata mencapai 4.3% jauh diatas perkiraan pasar; juga meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai angka 4.1%..
Dari serangkaian berita buruk yang saling terkait dan saling melengkapi tersebut diatas, pasar kembali perlu pegangan yang kokoh – dan ini berarti emas.
Mengapa kondisi ekonomi Amerika Serikat ini masih menjadi penting bagi pembanding harga Dinar kita saat ini ?; Semata karena harga emas di pasar dunia saat ini masih dihitung dari mata uang kertas – khususnya Dollar. Kita membeli emas juga masih dengan uang kertas. Jadi nilai tukar emas terhadap uang kertas negara manapun – tentu dipengaruhi juga oleh nilai uang kertas itu sendiri.
Dalam perdagangan emas, semua faktor yang menggerakkan ekonomi dunia berpengaruh. Bahkan krisis energi di Afrika Selatan-pun berpengaruh terhadap harga Dinar kita di Indonesia.
Dalam taraf ikhtiar , semakin paham kita akan faktor-faktor tersebut, semakin aman langkah-langkah yang kita tempuh dalam berinvestasi dan proteksi nilai ini. Setelah kita berusaha, hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah semata. Wallahu A’lam.
Harga Dinar dalam Rupiah baru menyamai record tertingginya tanggal 29/1 lalu yang berada pada Rp 1,200,000. Penyebabnya adalah nilai tukar Rupiah saat ini (1 US$ =Rp 9,200) yang lebih kuat dibandingkan tanggal 29/1 lalu (1 US$ =Rp 9,355).
Ada tiga penyebab utama naikknya harga emas dalam US$ kemarin.
Pertama adalah pengumuman dari Federal Reserve yang menyatakan bahwa dampak dari krisis perumahan yang sudah berlangsung beberapa bulan sejak tahun lalu, akan menurunkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dari perkiraan sebelumnya. Saat ini pertumbuhan tersebut diperkirakan hanya akan mencapai 1.3% s/d 2 %. Sebelumnya diperkirakan pertumbuhan GDP antara 1.8% s/d 2.5%.
Penyebab kedua adalah naiknya harga minyak mentah dunia yang kemarin kembali melewati angka US$ 100 per barrel. Naiknya harga minyak ini juga didorong oleh kekawatiran menurunnya nilai US$.
Penyebab ketiga adalah diungkapnya data consumer price inflation di Amerika Serikat untuk bulan Januari lalu yang ternyata mencapai 4.3% jauh diatas perkiraan pasar; juga meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai angka 4.1%..
Dari serangkaian berita buruk yang saling terkait dan saling melengkapi tersebut diatas, pasar kembali perlu pegangan yang kokoh – dan ini berarti emas.
Mengapa kondisi ekonomi Amerika Serikat ini masih menjadi penting bagi pembanding harga Dinar kita saat ini ?; Semata karena harga emas di pasar dunia saat ini masih dihitung dari mata uang kertas – khususnya Dollar. Kita membeli emas juga masih dengan uang kertas. Jadi nilai tukar emas terhadap uang kertas negara manapun – tentu dipengaruhi juga oleh nilai uang kertas itu sendiri.
Dalam perdagangan emas, semua faktor yang menggerakkan ekonomi dunia berpengaruh. Bahkan krisis energi di Afrika Selatan-pun berpengaruh terhadap harga Dinar kita di Indonesia.
Dalam taraf ikhtiar , semakin paham kita akan faktor-faktor tersebut, semakin aman langkah-langkah yang kita tempuh dalam berinvestasi dan proteksi nilai ini. Setelah kita berusaha, hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah semata. Wallahu A’lam.















0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home