Hantu Baru Bernama Stagflation...
Masyarakat kita mungkin sedang sakit....,begitu banyaknya film horor diiklankan di jalan-jalan, konon film-film horor tersebut lagi nge-trend sekarang sehingga produser rajin berlomba memproduksinya.
Dari kacamata ekonomi sebenarnya ada yang lebih mengerikan dari film-film horor tersebut yaitu hantu yang bernama Stagflation. Stagflation berasal dari kata Stagnation dan Inflation.
Stagnation berarti kondisi stagnan (bahasa Indonesia baku-nya apa ya ?) yang dicirikan oleh rendahnya pertumbuhan ekonomi, tingginya pengangguran, dan kemungkinan ancaman resesi.
Inflation adalah kenaikan harga-haraga secara umum untuk produk dan jasa, atau dari sudut pandang lain berarti rendahnya daya beli uang kita.
Kata stagflation yang digunakan pertama kali di oleh McLeod di parlemen Inggris tahun 1965 tersebut seperti penampakan hantu di siang bolong yang tiba-tiba muncul di pasar uang internasional sepanjang hari kemarin.
Pemicunya adalah data Producer Price Index (PPI) di Amerika yang menunjukkan kenaikan yang tajam diatas perkiraan pasar. Pada year-over- year basis kenaikan PPI ini mencapai 7.4% yang merupakan kenaikan tertinggi sejak tahun 1981 !.
Data ini kemudian memicu turunnya nilai Dollar ke tingkat terendah terhadap Euro. Kemarin Euro diperdagangkan pada harga $1.4985, jauh lebih tinggi dari nilai tertinggi yang pernah tercapai sebelumnya yaitu $1.4966 yang terjadi pada 23 November 2007 lalu.
Apa ini artinya pada Rupiah kita ?. Rupiah sudah seharusnya hari-hari ini menguat secara significant terhadap US$ - bukan karena prestasi team ekonomi kita – tetapi karena alat ukurnya (US$) yang memang lagi menyusut.
Dan bagaimana dengan Dinar ?, tentu saja Dinar nilainya naik lebih tinggi dari menguatnya Rupiah terhadap US$. Apabila kemarin siang sampai sore harga Dinar di Gerai Dinar sempat turun pada angka Rp 1,185,000. Pagi ini harga Dinar kembali harus kita naikkan mendekati angka Rp 1.2 juta atau tepatnya Rp 1,198,400 untuk menyesuaikan dengan harga emas dunia.
Satu hal yang pasti di masyarakat yang menggunakan ‘mata uang’ Dinar; Sebagaimana muslim yang kuat keimanannya yang tidak akan pernah takut terhadap hantu apapun namanya – karena dia hanya takut kepada Allah semata. Maka Dinar juga tidak akan pernah takut terhadap stagflation karena tidak mungkin terjadi di Dinar.
Bukti-bukti yang saya sajikan sebelumnya menunjukkan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang masa – artinya Dinar tidak mengalami inflasi.. Artinya lagi separo dari kata pembentuk stagflation yaitu inflation-nya sudah tidak mungkin terjadi.
Kemudian sebagaimana yang saya tulis sebelumnya ‘Agar harta Tidak Hanya berputar Di Golongan Yang Kaya Saja...’, Apabila tuntunan agama yang Indah ini kita benar-benar jalankan – insyaallah ekonomi juga akan terus berputar sehingga stagnation juga tidak terjadi.
Kesimpulannya...kita tidak perlu pemburu hantu untuk mengusir hantu – cukuplah keimanan kita yang melawannya; dalam hal hantu stagflation ; cukuplah Dinar dan sistem ekonomi yang digali dari syariah yang akan melawannya. Wallahu A’lam.
Dari kacamata ekonomi sebenarnya ada yang lebih mengerikan dari film-film horor tersebut yaitu hantu yang bernama Stagflation. Stagflation berasal dari kata Stagnation dan Inflation.
Stagnation berarti kondisi stagnan (bahasa Indonesia baku-nya apa ya ?) yang dicirikan oleh rendahnya pertumbuhan ekonomi, tingginya pengangguran, dan kemungkinan ancaman resesi.
Inflation adalah kenaikan harga-haraga secara umum untuk produk dan jasa, atau dari sudut pandang lain berarti rendahnya daya beli uang kita.
Kata stagflation yang digunakan pertama kali di oleh McLeod di parlemen Inggris tahun 1965 tersebut seperti penampakan hantu di siang bolong yang tiba-tiba muncul di pasar uang internasional sepanjang hari kemarin.
Pemicunya adalah data Producer Price Index (PPI) di Amerika yang menunjukkan kenaikan yang tajam diatas perkiraan pasar. Pada year-over- year basis kenaikan PPI ini mencapai 7.4% yang merupakan kenaikan tertinggi sejak tahun 1981 !.
Data ini kemudian memicu turunnya nilai Dollar ke tingkat terendah terhadap Euro. Kemarin Euro diperdagangkan pada harga $1.4985, jauh lebih tinggi dari nilai tertinggi yang pernah tercapai sebelumnya yaitu $1.4966 yang terjadi pada 23 November 2007 lalu.
Apa ini artinya pada Rupiah kita ?. Rupiah sudah seharusnya hari-hari ini menguat secara significant terhadap US$ - bukan karena prestasi team ekonomi kita – tetapi karena alat ukurnya (US$) yang memang lagi menyusut.
Dan bagaimana dengan Dinar ?, tentu saja Dinar nilainya naik lebih tinggi dari menguatnya Rupiah terhadap US$. Apabila kemarin siang sampai sore harga Dinar di Gerai Dinar sempat turun pada angka Rp 1,185,000. Pagi ini harga Dinar kembali harus kita naikkan mendekati angka Rp 1.2 juta atau tepatnya Rp 1,198,400 untuk menyesuaikan dengan harga emas dunia.
Satu hal yang pasti di masyarakat yang menggunakan ‘mata uang’ Dinar; Sebagaimana muslim yang kuat keimanannya yang tidak akan pernah takut terhadap hantu apapun namanya – karena dia hanya takut kepada Allah semata. Maka Dinar juga tidak akan pernah takut terhadap stagflation karena tidak mungkin terjadi di Dinar.
Bukti-bukti yang saya sajikan sebelumnya menunjukkan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang masa – artinya Dinar tidak mengalami inflasi.. Artinya lagi separo dari kata pembentuk stagflation yaitu inflation-nya sudah tidak mungkin terjadi.
Kemudian sebagaimana yang saya tulis sebelumnya ‘Agar harta Tidak Hanya berputar Di Golongan Yang Kaya Saja...’, Apabila tuntunan agama yang Indah ini kita benar-benar jalankan – insyaallah ekonomi juga akan terus berputar sehingga stagnation juga tidak terjadi.
Kesimpulannya...kita tidak perlu pemburu hantu untuk mengusir hantu – cukuplah keimanan kita yang melawannya; dalam hal hantu stagflation ; cukuplah Dinar dan sistem ekonomi yang digali dari syariah yang akan melawannya. Wallahu A’lam.
Labels: dinar, Euro, inflation, Price Index, Rupiah, Stagflation, stagnation, US$















3 Comments:
Ass. Wr Wb
Pak kenapa harga emas terus naik dalam mata uang USD ? Apakah emas IMF tidak mempan lagi mengangkat USD ..separah itukah Krisis Sub Prime Mortagage...Apakah ada konsipirasi Relokasi kekayaan Dunia dari USA kelihatannya ...What next the Big Mysterious Planing ?
Wallahualam
Sellbuydinar.blogspot
om min...zaki nih...bagaimana saya bisa bantu om jualin dinar? saya punya banyak komunitas di dunia maya...semoga membantu...
Untuk Taawu Debit Card;
Sebenarnya nggak ada yang aneh, kalau uang kertas nilainya terus turun karena dalam sejarah uang kertas memang selalu gagal mempertahankan nilai. US$ sendiri nilai daya belinya saat ini kurang dari 5 % dibandingkan nilai 40 tahun lalu....jadi subprime mortgage hanya pucuk gunung es dari masalah sistem keuangan global yang jauh lebih besar....
Dilain pihak mata uang emas/Dinar sudh terbukti survive 14 Abad dalam Islam plus 6 Abad sebelumnya (sejak diperkenalkan Julius Caesar 50th sbelum masehi)...
Jadi ketika sistem keuangan modern runtuh...baliknya mesti ke yang fitrah...yaitu emas dan perak..
Untuk Zaki:
Terima kasih Zaki bantuannya, silahkan dibantu sebar luaskan segala informasi Dinar dari blog ini ke komunitasnya Zaki.
Produk yang baik seperti Dinar ini tidak harus 'dijual'...tetapi orang akan 'membeli'; yang perlu dilakukan hanya menceritakan apa adanya segala nilai yang terkandung dalam Dinar ini...maka dengan sendirinya orang akan membeli produk ini...
Wassalam,
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home