Gerai Dinar Menurunkan Harga Dinar Lebih Dari Rp 20,000 Hari Ini....
Seperti yang saya tulis dua hari lalu, bahwa keputusan IMF untuk melepas (sebagian) stoknya akan berdampak pada harga Emas dunia. Tadi malam hal ini terbukti, harga emas dunia turun dari kisaran US$ 922/ troy oz kemarin, menjadi sekitar US$ 905/troy oz pagi ini.
Hal ini kabar baik bagi penyebar luasan Dinar. Bagaimanapun saat ini masih sangat sedikit Dinar atau kekayaan riil yang dikuasai oleh umat Islam. Bahkan seluruh cadangan bank-bank sentral negara Islam kalau digabung nilainya hanya sekitar 40% dari cadangan emas IMF dan hanya sekitar 10% dari cadangan emas Uni Eropa.
Atas perkembangan harga emas ini, maka pagi ini Gerai Dinar menurunkan harga jual Dinar-nya lebih dari Rp 20,000 per Dinar, yaitu dari Rp 1,187,400 harga kemarin siang menjadi Rp 1,166,800 harga pagi ini.
Apakah penurunan harga ini akan berlanjut ? Hanya Allah-lah yang maha tahu.
Pasalnya selain ada faktor yang menambah (potensi stock) emas di pasar yaitu rencana penjualan sebagian stok IMF, ada juga faktor yang secara serius menurunkan supply emas di pasar yaitu menurunnya supply emas dari Afrika Selatan.
Sejak tahun 1905 Afrika Selatan adalah negara penghasil emas terbesar di dunia, namun kedudukan ini tergantikan oleh China dengan produksinya tahun lalu yang mencapai 276 metric ton.
Produksi emas Afrika Selatan sendiri tahun lalu berada pada angka 272 metric ton menurun 8% dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 296 metric ton. Penurunan ini sangat mungkin akan terus berlanjut karena sudah beberapa bulan ini ada krisis energi di Afrika Selatan. Bahkan akhir bulan Januari lalu sempat terjadi penghentian seluruh aktivitas penambangan di negeri itu.
Krisis energy selalu berdimensi waktu jangka panjang, artinya tidak mudah diatasi dalam jangka pendek. Jadi supply emas di pasar dunia dari Afrika Selatan kemungkinan akan terus turun.
China meskipun memiliki produksi yang lebih tinggi sekarang – juga tidak akan terlalu banyak mempengaruhi supply Dunia karena selain kebutuhan penduduknya yang sangat tinggi, pemerintahnya juga pinter – terus membangun cadangan kekayaan riil di bank central-nya sehingga tidak mudah dipermainkan kekuatan dari luar. Wallahu A’lam.
Hal ini kabar baik bagi penyebar luasan Dinar. Bagaimanapun saat ini masih sangat sedikit Dinar atau kekayaan riil yang dikuasai oleh umat Islam. Bahkan seluruh cadangan bank-bank sentral negara Islam kalau digabung nilainya hanya sekitar 40% dari cadangan emas IMF dan hanya sekitar 10% dari cadangan emas Uni Eropa.
Atas perkembangan harga emas ini, maka pagi ini Gerai Dinar menurunkan harga jual Dinar-nya lebih dari Rp 20,000 per Dinar, yaitu dari Rp 1,187,400 harga kemarin siang menjadi Rp 1,166,800 harga pagi ini.
Apakah penurunan harga ini akan berlanjut ? Hanya Allah-lah yang maha tahu.
Pasalnya selain ada faktor yang menambah (potensi stock) emas di pasar yaitu rencana penjualan sebagian stok IMF, ada juga faktor yang secara serius menurunkan supply emas di pasar yaitu menurunnya supply emas dari Afrika Selatan.
Sejak tahun 1905 Afrika Selatan adalah negara penghasil emas terbesar di dunia, namun kedudukan ini tergantikan oleh China dengan produksinya tahun lalu yang mencapai 276 metric ton.
Produksi emas Afrika Selatan sendiri tahun lalu berada pada angka 272 metric ton menurun 8% dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 296 metric ton. Penurunan ini sangat mungkin akan terus berlanjut karena sudah beberapa bulan ini ada krisis energi di Afrika Selatan. Bahkan akhir bulan Januari lalu sempat terjadi penghentian seluruh aktivitas penambangan di negeri itu.
Krisis energy selalu berdimensi waktu jangka panjang, artinya tidak mudah diatasi dalam jangka pendek. Jadi supply emas di pasar dunia dari Afrika Selatan kemungkinan akan terus turun.
China meskipun memiliki produksi yang lebih tinggi sekarang – juga tidak akan terlalu banyak mempengaruhi supply Dunia karena selain kebutuhan penduduknya yang sangat tinggi, pemerintahnya juga pinter – terus membangun cadangan kekayaan riil di bank central-nya sehingga tidak mudah dipermainkan kekuatan dari luar. Wallahu A’lam.















1 Comments:
Ass Wr Wb
Terima kasih pak atas informasiinya, tapi kali ini saya punya pandangan dan skenario yg lain. Kelihatannya sekalipun harga Emas turun significant , momen ini "tidak serta merta" mencadikan Otoritas moneter negara2 Islam sadar lalu menjadi beralih Sistem dari Uang Kertas ke Gold Standard, kenapa ? Pemerintah RI masih berkutat oleh Utang yg besar akibat penyaluran BLBI ditambah lagi beban Subsidi dan Bencana alam yg tdk henti-hentinya.Kecenderungannya malah pemerintah mencari utangan baru yg tidak mengikat seperti peluncuran Obligasi /Global Bond yg nilainya tidak ketulungan utk mendanai APBN yg defisit terus.
Bagiamana dengan Tim-Teng, sama saja jahilnya kenapa? Investor Tim-Teng lebih tertarik mencaplok atau rela mendanai Citi Group, Net bank dll. yg terbelit Krisis Sub Prime yg jelas2 Ribawi. Mereka pikir Minyak Bumi masih akan terus langgeng ada di Bumi mereka....? Gelombang hantaman kepada Umat Islam akan lebih besar Lagi dan bergelombang saat Minyak dan Emas sdh tidak ada di tangan.....Otoritas Negara2 Muslim benar2 masih bermain2 dg kebatilan dan tinggal menuai badainya tahun2 yg akan datang.....Sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta umat muslim masuk lubang biawak ,wallahu Alam Bi Sawab
sellbuydinar.blogspot.com
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home