Ayo Kita Ajari Anak Kita Berniaga...
Sebagai ‘pedagang’ emas khususnya dalam bentuk Dinar, saya sering penasaran dengan berbagai issue yang terkait dengan produksi dan perdagangan emas Dunia. Kita tahu jumlah emas sangat terbatas, factor dominan penentu harga emas seharusnya adalah di supply-nya. Namun karena perdagangannya dikuasai orang lain, pemilik supply emas seperti Indonesia bisa tidak berkutik di pasar emas dunia.
Banyak keanehan yang saya temukan dalam data-data produksi dan perdagangan emas dunia. Contohnya adalah data 10 besar pengekspor emas dunia tahun 2005 berikut;
• United States … US$5.5 billion (23.2% of top ten gold exporters, up 25.2% from 2004)
• Australia … $4.4 billion (18.6%, up 7.1%)
• Canada … $3.7 billion (15.5%, up 28.4%)
• Peru … $3.1 billion (12.9%, up 30.1%)
• Hong Kong … $2.8 billion (11.8%, down 55.9%)
• Japan … $1.4 billion (6%, up 17.8%)
• Germany … $841.7 million (3.5%, up 22.7%)
• Singapore … $764.8 million (3.2%, up 14.2%)
• Italy … $628.7 million (2.6%, up 41%)
• Colombia … $627.2 million (2.6%, up 9%).
Indonesia punya Freeport – tetapi mengapa yang masuk sepuluh besar negara pengeekspor emas Dunia tahun tersebut adalah Singapura ? – bukan Indonesia !.
Oh mungkin Singapore sebagai negeri pedagang, dia mengimpor dahulu dari Negara lain, terus kemudian mengeskpor-nya ?. Kalau asumsi ini benar berarti Singapore juga menjadi setidaknya 10 besar pengimpor emas. Tetapi inipun tidak nampak dari 10 besar Negara pengimpor emas tahun yang sama sebagai berikut :
• India … US$10.9 billion (33.1% of top ten gold importers, up 6% from 2004)
• United States … $4.4 billion (13.5%, up 10.9%)
• Turkey … $3.9 billion (11.8%, up 11.4%)
• Italy … $3.5 billion (10.5%, down 2.8%)
• Canada … $2.3 billion (6.9%, up 60.1%)
• Australia … $2.1 billion (6.5%, up 18.5%)
• Thailand … $2 billion (6%, up 71.4%)
• Malaysia … $1.4 billion (4.1%, up 9.2%)
• Japan … $1.3 billion (4.1%, up 12.1%)
• Germany … $1.2 billion (3.5%, up 17.9%).
Lain perdagangan, lain pula produksi. Pada tahun yang sama 2005, Indonesia menduduki urutan ke 10 dari produsen emas dunia dengan tingkat produksi sekitar 176 ton atau 7 % dari produksi emas dunia.
Trend peran Indonesia-pun dalam produksi emas Dunia kelihatan meningkat dari waktu ke waktu. Grafik disamping yang saya ambilkan dari Gold Price Organization menunjukkan hal ini.
Dari membandingkan data perdagangan dengan data produksi tersebut, kesimpulan saya sederhana. Kita punya sumber alam khususnya emas ini, namun kita tidak memiliki kendali atas perniagaan dari sumber alam yang kita miliki tersebut.
Padahal dalam hadits Ibnu Majjah Rasulallah SAW bersabda “ Sembilan dari sepuluh pintu rizky adanya di perniagaan”. . Karena kita tidak pandai berniaga, maka luputlah kita dari 9 pintu rizky tersebut. Pantas bangsa yang kaya raya dengan sumber alam ini, penduduk miskinnya tergolong yang terbesar di dunia. Mungkin bukan hanya emas, tetapi juga sumber alam lainnya seperti minyak, kayu, hasil laut yang tidak dalam kendali kita – orang lain lebih menguasai perniagaannya dibandingkan kita.
Untuk generasi kita mungkin sudah terlalu jauh kita ketinggalan, namun tidak ada kata terlambat. Kalau kita mulai berbenah sekarang, insyaallah generasi anak-anak kita akan lebih baik…ayo mulai kita ajari anak-anak kita untuk berniaga, agar mereka bisa bersaing di sembilan pintu Rizky seperti sabda Rasulallah SAW tersebut diatas. Wallahu A’lam bis Showab.
Banyak keanehan yang saya temukan dalam data-data produksi dan perdagangan emas dunia. Contohnya adalah data 10 besar pengekspor emas dunia tahun 2005 berikut;
• United States … US$5.5 billion (23.2% of top ten gold exporters, up 25.2% from 2004)
• Australia … $4.4 billion (18.6%, up 7.1%)
• Canada … $3.7 billion (15.5%, up 28.4%)
• Peru … $3.1 billion (12.9%, up 30.1%)
• Hong Kong … $2.8 billion (11.8%, down 55.9%)
• Japan … $1.4 billion (6%, up 17.8%)
• Germany … $841.7 million (3.5%, up 22.7%)
• Singapore … $764.8 million (3.2%, up 14.2%)
• Italy … $628.7 million (2.6%, up 41%)
• Colombia … $627.2 million (2.6%, up 9%).
Indonesia punya Freeport – tetapi mengapa yang masuk sepuluh besar negara pengeekspor emas Dunia tahun tersebut adalah Singapura ? – bukan Indonesia !.
Oh mungkin Singapore sebagai negeri pedagang, dia mengimpor dahulu dari Negara lain, terus kemudian mengeskpor-nya ?. Kalau asumsi ini benar berarti Singapore juga menjadi setidaknya 10 besar pengimpor emas. Tetapi inipun tidak nampak dari 10 besar Negara pengimpor emas tahun yang sama sebagai berikut :
• India … US$10.9 billion (33.1% of top ten gold importers, up 6% from 2004)
• United States … $4.4 billion (13.5%, up 10.9%)
• Turkey … $3.9 billion (11.8%, up 11.4%)
• Italy … $3.5 billion (10.5%, down 2.8%)
• Canada … $2.3 billion (6.9%, up 60.1%)
• Australia … $2.1 billion (6.5%, up 18.5%)
• Thailand … $2 billion (6%, up 71.4%)
• Malaysia … $1.4 billion (4.1%, up 9.2%)
• Japan … $1.3 billion (4.1%, up 12.1%)
• Germany … $1.2 billion (3.5%, up 17.9%).
Lain perdagangan, lain pula produksi. Pada tahun yang sama 2005, Indonesia menduduki urutan ke 10 dari produsen emas dunia dengan tingkat produksi sekitar 176 ton atau 7 % dari produksi emas dunia.
Trend peran Indonesia-pun dalam produksi emas Dunia kelihatan meningkat dari waktu ke waktu. Grafik disamping yang saya ambilkan dari Gold Price Organization menunjukkan hal ini.Dari membandingkan data perdagangan dengan data produksi tersebut, kesimpulan saya sederhana. Kita punya sumber alam khususnya emas ini, namun kita tidak memiliki kendali atas perniagaan dari sumber alam yang kita miliki tersebut.
Padahal dalam hadits Ibnu Majjah Rasulallah SAW bersabda “ Sembilan dari sepuluh pintu rizky adanya di perniagaan”. . Karena kita tidak pandai berniaga, maka luputlah kita dari 9 pintu rizky tersebut. Pantas bangsa yang kaya raya dengan sumber alam ini, penduduk miskinnya tergolong yang terbesar di dunia. Mungkin bukan hanya emas, tetapi juga sumber alam lainnya seperti minyak, kayu, hasil laut yang tidak dalam kendali kita – orang lain lebih menguasai perniagaannya dibandingkan kita.
Untuk generasi kita mungkin sudah terlalu jauh kita ketinggalan, namun tidak ada kata terlambat. Kalau kita mulai berbenah sekarang, insyaallah generasi anak-anak kita akan lebih baik…ayo mulai kita ajari anak-anak kita untuk berniaga, agar mereka bisa bersaing di sembilan pintu Rizky seperti sabda Rasulallah SAW tersebut diatas. Wallahu A’lam bis Showab.















6 Comments:
Ass. Wr Wb
Terima kasih pak atas datanya...tapi kalau saya lihat spertinya nasib ketidak mampuan ini bukan hanya dialami oleh RI, tapi bagaimana dg Afsel dan China yg ternyata tidak masuk dalam jajaran Exportir dan Importir emas. Apakah kita meragukan China sebagai bangsa pedagang ? dan apakah Afsel yg dikuasai "bule" tidak pandai mengelola emasnya ?
Mungkin ada semacam Kartel Emas yg memanipulasi data ini ?maklum emas adalah komoditi yg strategis dan politis pak
Mohon tanggapannya pak
Sellbuydinar
Wa'alykum salam Pak;
China berbeda karena meskipun produksinya tinggi, konsumsi dalam negeri juga sangat tinggi. Cadangan Bank sentralnya juga nambah. Dalam hal ini mereka malah pinter, produksi kekayaan riilnya dipertahankan untuk dalam negeri - bahkan masih nambah dari negara lain.
Afrika Selatan lebih mirip Indonesia.
Salam,
Kondisi seperti ini, mungkin cocok disebut dengan istilah "Kutukan dari Sumber Daya Alam".
Ironi memang. Semoga kita bisa bangkit dari keterpurukan ini.
Salam,
Assalamu'alaikum Wr Wb
Bolehkah saya mengambil sebagian isi dari tulisan Bapak untuk dimuat di buletin internal sekolah anak saya? Tentu akan saya cantumkan nama Bapak... :)
Terima kasih sebelumnya.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Irma
Assalamu'alaikum Wr Wb
Bolehkah saya mengutip/mengambil sebagian isi tulisan Bapak untuk dimuat di buletin internal sekolah anak saya? Tentunya akan saya cantumkan nama Bapak sebagai sumbernya ... :)
Terima kasih sebelumnya.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Irma Damahanti
Ortu di Sekolah Alam Ciganjur
Tentu Boleh Bu....,
Semoga bermanfaat. Semua isi tulisan di blog saya boleh diambil, dicopy, disebarluaskan - asal semua dengan tujuan kebaikan.
Wassalam,
Iqbal
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home