Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   09 - Sep - 2010 Jam 12 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,569,570 1,506,787
Dirham 21,000 20,160
Emas *
24 K 363,696 349,148
22 K 333,388 313,385
20 K 303,080 278,834
18 K 272,772 245,495
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Wednesday, January 16, 2008

Test Keaslian Dinar, Inspirasi Dari Zaman Archimedes....

Bagian penting dari pengenalan kembali Dinar dan Dirham di masyarakat adalah adanya alat test yang mudah dan murah untuk mengetahui keaslian Dinar dan Dirham. Saat ini tentu sudah banyak alat berteknologi tinggi untuk mengetahui secara sangat akurat kadar emas. Namun alat-alat demikian harganya mahal, sehingga hanya lembaga seperti Logam Mulia-lah yang memilikinya. Karena kemampuan mereka inilah kita mengandalkan Logam Mulia sebagai satu-satunya sumber pengadaan Dinar kita di Indonesia.

Meskipun demikian, kelak ketika Dinar kembali dipakai secara luas di masyarakat – haruslah ada alat yang sangat murah dan mudah dipakai untuk mengetahui apakah suatu keping Dinar itu asli atau palsu. Alat demikian haruslah bisa dibuat dan diproduksi dengan murah sekarang – karena 2200 tahun lalupun alat semacam ini sudah bisa dibuat oleh Archimedes. Agar kita tidak perlu ‘reinventing the wheel’ mari kita lihat apa yang sudah dilakukan oleh Archimedes waktu itu.

Archimedes berasal dari Syracusa (sekitar 287 SM - 212 SM) Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Ia dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai.

Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.
Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!" yang artinya "sudah kutemukan! sudah kutemukan!" Lalu ia membuat hukum Archimedes. Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Dan tukang yang membuatnya dihukum mati. (diambilkan dari wikipedia.org).

Dalam benak saya, kalau 2200 tahun lalu Archimedes sudah bisa mengetahui Makhkota raja emas murni atau campuran-tanpa merusaknya sedikitpun, zaman sekarang tentu sangat mungkin kita merekonstruksi alat tes ‘primitif’ tersebut sehingga mudah dan murah untuk bisa digunakan masyarakat secara luas.

Bagaimana alat ini bekerja ?. Massa Jenis emas adalah 19.32 gr/cm3 ; sedangkan perak 10.49 gr/cm3. Dinar adalah benda padat dengan komposisi 91.7% (22 karat) emas dan sisanya 8.3% perak. Dengan perhitungan yang agak teknis dikit – tetapi mudah menggunakan excel atau kalkulator – kita akan bisa menghitung berat Dinar yang 4.25 gram dengan komposisi tersebut haruslah memiliki volume 0.2287 cm3.

Kalau campurannya benar – maka akan ada hubungan yang pas antara berat Dinar 4.25 gram dan volumenya yang 0.2287 cm3. Kalau kadar atau campurannya lain, pasti akan ada ketidak cocokan antara berat dan volume ini. Logam-logam lain memiliki massa jenis yang jauh lebih rendah dari emas, tembaga misalnya hanya 8.93 gr/cm3 dan besi hanya 7.85 gr/cm3 – jadi akan menyoloklah perbedaannya dalam berat atau dalam volume apabila emas dipalsukan dengan logam-logam lain tersebut.

Mengukur berat mudah – timbangan untuk menimbang emas atau meracik obat – cukup murah bisa di peroleh di pasaran. Nah sekarang bagaimana mengukur volume 0.2287 cm3 ?. Saya mencoba membuat alat seperti foto disamping dengan bantuan ahli gelas – nyaris bisa mengukur volume tersebut tetapi masih memiliki banyak kelemahan.

Teori saya begini, apabila gelas tersebut diisi air sampai leher penghubung ke tabung yang kecil, maka volume air yang dipindahkan ketika 1 keping Dinar dimasukkan kedalam gelas adalah sama dengan volume Dinar itu sendiri. Melalui tulisan ini saya ingin mengundang pembaca, barangkali ada yang bisa menyempurnakan alat yang saya buat tersebut agar dapat dipakai untuk mengetes keaslian Dinar dengan Mudah dan Murah – kalau alat tersebut bisa dibuat terus kita wakafkan hasilnya – insyaallah akan banyak manfaatnya bagi umat kedepan.

Adapun buih akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya, tetapi yang bermanfaat bagi manusia akan tetap ada di bumi...(QS Ar-Ra’d :17)

5 Comments:

Anonymous janu wijaya said...

alat untuk mengukur keaslian koin setau saya sih udah ada, alat ini cara kerjanya dengan mengukur diameter koin dan ketebalan koin serta berat koin. nama alatnya FISCH, alatnya simpel bisa taruh didompet.
Setiap koin logam yg dibuat dari bahan yg berbeda akan memiliki diameter,ketebalan dan berat yg tertentu dan khusus.

Mekanisme kerja alat ini mungkin bisa ditiru juga untuk koin dinar & dirham.

semoga bermanfaat

January 17, 2008 8:12 AM  
Anonymous dadang said...

Pak, kalo menurut saya begini, gelas yg dipakai ga usah ada gelas kecilnya (yg pake penghubung itu), karena akan sulit memastikan pengisian air 'tepat' sampai 'lehernya'. belum lagi jika dinar yg dimasukan ke dlm gelas itu 'dicemplungkan/diceburkan' dengan agak kencang, tentu air yg masuk ke gelas kecil tdk mewakili volume dinar yg sebenarnya. jadi, cukup gelas yg besar saja yg dipake, tp ada ukuran2 per cc-nya (spt gelas2 di lab kimia). terus isi dgn air secukupnya, lalu 'CATAT' volumenya. kemudian masukan dinarnya, biarkan airnya sampai tenang (tdk ada riak), lalu Catat volume air sekarang. Nah perbedaan volume air yg tadi (sebelum dan setelah) dinar dimasukan itulah volume dinar yg tepat. spt-nya begitu archimedes dulu melakukannya, wallahu a'lam

January 17, 2008 10:13 AM  
Anonymous Coffee Lover said...

Selamat siang Pak Iqbal,

Tehnik pengukuran seperti itu pernah saya coba, menurut saya kelemahannya adalah sekali waktu ada gelembung-gelembung udara yang menempel ke koin yang tentu saya akan menambah volume air yang tumpah.

salam

January 17, 2008 12:26 PM  
Blogger M. Iqbal said...

Menarik sekali masukan-masukannya;
Insyaallah akan bermanfaat.

Masukan pak Janu tentang Fisch sudah saya coba tindak lanjuti dengan mengontak produsennya langsung. Nampaknya mereka belum membuat Fisch untuk Dinar, untuk membuatnya diperlukan alat precisi tinggi - jadi agak mahal.

tetapi siapa tahu di Indonesia ada yang mau buat ? prinsipnya sama dengan alat yang masu saya buat yaitu mengukur volume coin kemudian dibandingkan dengan beratnya.

Koin yang asli akan memiliki korelasi yang pas antara berat 4.25 gram dan volume 0.2287 cm3.

In the meantime, sebelum alat ini menyebar luas, kita mengandalkan jalur sumber produksi dan distribusi yang jelas - yaitu hanya dari Logam Mulia.

Masukan mas Dadang dan coffee Lover juga akan dicoba dan perhatikan.

Salam untuk semua.

January 17, 2008 1:47 PM  
Anonymous Janu wijaya said...

Kalau masih menginginkan pengukuran cara archimides bisa dengan cara menghitung selisih berat koin ditimbang di udara dengan berat koin didalam air, maka selisih dari perhitungan itu adalah volume koin itu.

perhatikan rumus archimides dibawah ini
D = d [WA/(WA-WW)]

D= massa jenis logam, perak misalnya
d= massa jenis air
WA= berat ketika ditimbang diudara
WW= berat benda ketika didalam air

contoh jika koin dirham beratnya diudara adalah 3 gr, dan beratnya didalam air adalah 2.714gr maka volume koin dirham itu adalah 3 - 2.714 = 0.286 cc

untuk menimbang koin didalam air ada timbangan khusus yg suka dipakai di lab kimia, tau bentuknya tapi gak tau namanya.


semoga bermanfaat

January 18, 2008 8:37 PM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home