Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   21 - Nov - 2008 Jam 12 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,323,880 1,270,925
Dirham 32,006 30,726
Emas *
24 K 306,765 294,495
22 K 281,202 264,330
20 K 255,638 235,187
18 K 230,074 207,067
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Wednesday, January 30, 2008

Persiapan Menghadapi Yang Pasti Terjadi....

Semua umat manusia di dunia percaya bahwa mati itu pasti terjadi, bahkan bagian dari keimanan seorang muslim – kita juga yakin seyakin-yakinnya bahwa hari kiamat pasti terjadi. Yang kita tidak tahu adalah waktunya - kapan hal-hal yang pasti tersebut terjadi.

Demikian pula keyakinan kita bahwa uang kertas yang tidak bisa dipisahkan dari riba pasti hancur karena Allah sendiri yang berjanji akan memusnahkannya (QS 2 : 276). Yang kita juga tidak tahu adalah kapan uang kertas ini akan musnah. Bahkan spekulan masa kini George Soros dan juga futorolog masa kini kini seperti John Naisbitt -pun meyakini akan berakhirnya dominasi mata uang kertas ini.

Bukti-bukti kehancuran uang kertas ini sudah begitu banyak, namun kita sering mengabaikan. Bukti paling mutakhir yang kini sedang terjadi adalah harga emas per-pagi ini dalam Dollar yang melonjak 43.70 % dibandingkan harga emas setahun yang lalu.

Di Indonesia uang kita pernah dipotong tiga angka nolnya tahun 1965 – namun tiga angka nol tersebut kembali lagi dalam 30 tahun kemudian. Saat ini tidak ada diantara kita yang menaruh uang Rupiah dengan angka nol kurang dari tiga di dompet !. Tahun 1998 kekayaan umat Islam Indonesia dalam Rupiah jatuh nilinya tinggal 1/4 dari nilai sebelumnya hanya dalam hitungan hari...

Foto disamping menunjukkan betapa tragisnya nasib uang kertas di Jerman tahun 1923. Seorang ibu lebih suka membakar uang untuk menghangatkan ruangan daripada membeli kayu bakar – karena harganya sama !. Pada tahun itu juga orang yang membeli roti harus membawa kereta dorong, bukan untuk mengangkut roti – tetapi untuk mengangkut uangnya.

Melihat ini semua, sikap kebanyakan kita adalah seperti melihat kematian. Kita yakin kita juga akan mengalami – tetapi sangat sedikit dari kita yang mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Lantas bagaimana kita menghadapinya ? Bangun ketahanan ekonomi rumah tangga kita berbasis Dinar (Yukhsinun), namun jangan sampai menimbun (Yaknizun). Lihat antara lain tulisan saya sebelumnya Bangun Ketahanan Ekonomi...; dan banyak lagi tulisan lainnya baik yang sudah maupun yang akan saya tulis kemudian – insyaallah apabila Allah memberi usia saya dan memberi kesehatan, memberi kelapangan rizky, waktu dan berbagai kurnia lain yang tidak bisa kita sebut satu per satu. Wallahu A’lam bis Showab.

Labels: , , , , ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home