Dinar Investment Yield: Mistar Untuk Mengukur Hasil Riil Dari Investasi Kita...
Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.
Masalahnya adalah, alat ukur yang kita pakai tersebut menyusut nilainya dari waktu ke waktu – jadi hasil investasi yang diukur dengan alat ukur yang menyusut tentu juga tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Mengenai penyusutan nilai uang kertas ini saya sudah bahas di tulisan sebelumnya.
Lantas apa alat ukur investasi kita yang lebih mencerminkan nilai daya beli yang sesungguhnya ?, lagi-lagi ya menggunakan Dinar sebagai pembanding. Namun kalau kita katakan tahun ini Dinar mengalami penguatan 32 % terhadap Rupiah maupun Dollar, apa artinya ini terhadap hasil investasi kita yang di Rupiah ataupun Dollar ? – tidak mudah bukan untuk mengkaitkannya ?.
Nah saya mencoba membuat alat ukur sederhana untuk keperluan tersebut, alat ini saya pakai sendiri untuk menilai investasi saya di beberapa usaha kecil-kecilan yang saya tangani. Saya share disini untuk para pembaca siapa tahu bermanfaat juga bagi orang lain.
Cara kerjanya sederhana saja, semua dibandingkannya dengan harga Dinar berdasarkan statistik rata-rata 40 tahun yang kita miliki, Dinar yang diam saja (tidak diinvestasikan = 0% hasil investasi dalam Dinar) memberikan hasil yang setara dengan hasil investasi dalam Rupiah rata-rata 30.04%/ tahun. Sedangkan terhadap hasil investasi dalam Dollar, ini setara dengan hasil investasi rata-rata 11.29%/tahun. Memang tahun 2007 lalu Dinar memberikan hasil yang exceptional 32% terhadap US$ Dollar – tetapi rata-ratanya 40 tahun ya 11.29% itu tadi.
Kalau diamnya Dinar saja memberikan hasil 4 kali lebih besar dari hasil deposito dalam Rupiah (setelah dipotong pajak Deposito Rupiah memberikan bagi hasil sekitar 7.5%/tahun) dan 3 kali deposito dalam US$ (setelah dipotong pajak Deposito US$ memberikan hasil sekitar 3.6%/tahun), maka alangkah baiknya kalau Dinar tersebut juga berputar untuk investasi. Kalau kita bisa berinvbestasi dengan hasil rata-rata 10% saja dalam Dinar, maka berdasarkan mistar Dinar Investment Yield tersebut hasil 10% dalam Dinar ini setara dengan 22.42 % dalam US$ dan setara dengan 43.04% dalam Rupiah.
Kalau deposito bagi hasilnya hanya antara seperempat sampai sepertiga dari Dinar yang disimpan saja, lantas apa investasi yang baik ?. Jawabannya adalah bisnis riil yang dijalankan dengan baik. Kalau belum ketemu bisnis yang baik atau mudharib yang bisa menjalankannnya, 'pertahankan dalam tangkainya' (Lihat QS : Ysuf 47-48) atau bahasa investasinya pegang dulu dalam bentuk asset yang paling aman - apa itu ya lagi-lagi Dinar. Lihat juga di dua tulisan saya sebelumnya mengenai Investai Dinar dan Bangun Ketahanan Ekonomi ...
Masalahnya adalah, alat ukur yang kita pakai tersebut menyusut nilainya dari waktu ke waktu – jadi hasil investasi yang diukur dengan alat ukur yang menyusut tentu juga tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Mengenai penyusutan nilai uang kertas ini saya sudah bahas di tulisan sebelumnya.
Lantas apa alat ukur investasi kita yang lebih mencerminkan nilai daya beli yang sesungguhnya ?, lagi-lagi ya menggunakan Dinar sebagai pembanding. Namun kalau kita katakan tahun ini Dinar mengalami penguatan 32 % terhadap Rupiah maupun Dollar, apa artinya ini terhadap hasil investasi kita yang di Rupiah ataupun Dollar ? – tidak mudah bukan untuk mengkaitkannya ?.
Nah saya mencoba membuat alat ukur sederhana untuk keperluan tersebut, alat ini saya pakai sendiri untuk menilai investasi saya di beberapa usaha kecil-kecilan yang saya tangani. Saya share disini untuk para pembaca siapa tahu bermanfaat juga bagi orang lain.Cara kerjanya sederhana saja, semua dibandingkannya dengan harga Dinar berdasarkan statistik rata-rata 40 tahun yang kita miliki, Dinar yang diam saja (tidak diinvestasikan = 0% hasil investasi dalam Dinar) memberikan hasil yang setara dengan hasil investasi dalam Rupiah rata-rata 30.04%/ tahun. Sedangkan terhadap hasil investasi dalam Dollar, ini setara dengan hasil investasi rata-rata 11.29%/tahun. Memang tahun 2007 lalu Dinar memberikan hasil yang exceptional 32% terhadap US$ Dollar – tetapi rata-ratanya 40 tahun ya 11.29% itu tadi.
Kalau diamnya Dinar saja memberikan hasil 4 kali lebih besar dari hasil deposito dalam Rupiah (setelah dipotong pajak Deposito Rupiah memberikan bagi hasil sekitar 7.5%/tahun) dan 3 kali deposito dalam US$ (setelah dipotong pajak Deposito US$ memberikan hasil sekitar 3.6%/tahun), maka alangkah baiknya kalau Dinar tersebut juga berputar untuk investasi. Kalau kita bisa berinvbestasi dengan hasil rata-rata 10% saja dalam Dinar, maka berdasarkan mistar Dinar Investment Yield tersebut hasil 10% dalam Dinar ini setara dengan 22.42 % dalam US$ dan setara dengan 43.04% dalam Rupiah.
Kalau deposito bagi hasilnya hanya antara seperempat sampai sepertiga dari Dinar yang disimpan saja, lantas apa investasi yang baik ?. Jawabannya adalah bisnis riil yang dijalankan dengan baik. Kalau belum ketemu bisnis yang baik atau mudharib yang bisa menjalankannnya, 'pertahankan dalam tangkainya' (Lihat QS : Ysuf 47-48) atau bahasa investasinya pegang dulu dalam bentuk asset yang paling aman - apa itu ya lagi-lagi Dinar. Lihat juga di dua tulisan saya sebelumnya mengenai Investai Dinar dan Bangun Ketahanan Ekonomi ...











7 Comments:
terima kasih pak Iqbal,
blog anda ini sangat membantu sekali.
namun terus terang saya masih belum mengerti tentang cara penggunaan Dinar Investment Yield tersebut.
apakah latar belakang pendidikan saya yang non ekonomi mempengaruhi cara saya memahaminya?
kalau boleh, mohon dijelaskan dalam ilustrasi. misalkan saya mempunyai dana nganggur 50 jt. jika saya taruh sebagai Dinar yang diam saja, maka berapa hasil yang saya dapatkan dalam 1, 5 dan 10 tahun.
jika Dinar ini saya putarkan, juga berapa hasilnya dalam jangka waktu yang sama.
terima kasih, pak Iqbal.
W'alaykum Salam Pak;
Perbandingannya kurang lebih seperti ini :
1) kalau uang Rp 50 juta anda ditaruh di Deposito Rupiah dengan tingkat bagi hasil Bersih 7.5%; Maka uang Anda akan menjadi Rp 33.75 juta th1; Rp 71.78 jt th 5 dan Rp 103 jt tahun 10. Rupiah juga harus dibayari zakatnya jadi akan lebih rendah lagi dari ini
2) Jika dipegang saja dalam Dinar - tidak diinvestasikan, dibayari zakatnya 2.5%. Tetapi karena Dinar terapresiasi lebih dari 30% /tahun terhadap Rupiah dalam 40 tahun terakhir; maka apabila diRupiahkan uang Anda akan menjadi Rp 63 jt tahun 1; Rp 164 jt th 5 dan Rp 537 juta tahun ke 10.
3) jika Dinar tersebut juga diinvestasikan misalnya di Qirad-kan dengan hasil 6% saja dalam Dinar per tahun; maka ketika uang Anda diRupiahkan akan menjadi Rp 67 juta tahun 1, Rp 219 tahun ke 5 dan Rp 961 tahun ke 10.
Kalau anda tertarik pngin tahu detail formula perhitungannya, bisa kirim email ke saya nanti saya berikan worksheet untuk perhitungan ini.
Selamat berinvestasi.
Wassalam
Maaf untuk point 1 tahun Pertama harusnya uang Anda menjadi Rp 53.75 juta bukan Rp 33.75 juta.
Wassalam
Assalamualaikum Wr WB,
Saya juga tertarik untuk mempelajari analisa yang bapak berikan mengenai perbandingan yield dinar, dollar dan rupiah. Bolehkah saya mendapatkan worksheet perhitungan tersebut mungkin untuk jangka menengah 5 dan 10 tahun saja dulu, asumsi investasi Rp 50 juta.
Wassalam,
sofian
Untuk yang tertarik worksheet yang saya sebut di comment sebelumnya, tolong kirim emailnya ke Iqbal@geraidinar.com agar bisa dikirim.
Wassalam,
Assalamu'alaikum wr. wb.
Tks P IQ, saya sangat tertarik dengan blog ini. Bisa dijelaskan mekanisme pembelian Dinar ini, apakah harus 'cash & carry' atau bisa transfer rupiah? Apakah kita akan mendapatkan fisik dinar emas? Bagaimana jika kemudian kita ingin menjual kembali?
Mohon kiranya dikirim worksheet-nya
Wassalam
Lilik W
Wa'alaykum salam pak Lilik;
Pada umumnya transfer pak Lilik, karena kita menghindari handle cash.
Dasarnya Dinar meang harus diterimakan secara fisik. Namun kalau pak Lilik nggak mau simpan sendiri bisa saja dititipkan ke kami atau bahkan diproduktifkan melalui program qirad.
penjelasannya banyak, antara lain di artikel cara memproduktifkan Dinar Anda ...
Mudah-mudahan jelas.
Wassalam,
iqbal
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home