Dan Kehidupan Dunia Ini Tidak Lain Hanyalah Kesenangan Yang Menipu...
Ketika melihat apa yang terjadi di pasar emas dunia semalam, saya kesulitan menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi. Betapa tidak, seluruh dunia berspekulasi untuk menunggu seorang Ben Bernanke beserta jajarannya di The Fed untuk mengumumkan hasil rapatnya.Selama menunggu keputusan tersebut, harga emas berfluktuasi dari US$ 923/troy oz, sempat turun ke US$ 917/troy oz ; naik ke rekor tertinggi US$ 937.5/ troy oz sebelum akhirnya turun ke angka US$ 927 /troy oz ketika artikel ini saya tulis.
Kita hanya bisa melihat sesuatu benda bergerak dengan kecepatan tertentu, kalau kita mengukurnya dari suatu titik yang diam. Dalam hal harga beli, kita sudah jelaskan di artikel sebelumnya bahwa yang terbukti tetap selama ribuan tahun adalah daya beli emas . Jadi melihat ‘gejolak’ tersebut diatas – sebenarnya bukan harga emasnya yang bergejolak – tetapi daya beli US$-nya yang sangat tidak stabil.
Apa makna ini semua ? kita lagi menikmati kesenangan yang menipu seperti yang saya quote dari akhir ayat 20 QS : 57 diatas.
Hari-hari ini bisa jadi pasar akan menunjukkan perbaikan, Index bursa saham akan naik tetapi penyebabnya bukan karena perusahaan-perusahaan di lantai bursa tiba-tiba berkinerja luar biasa . Juga bukan karena team ekonomi di pemerintahan membuat kebijakan yang brillian, tetapi karena alat ukurnya yang berupa US$ turun nilainya. Angka yang bergerak membaik di bursa saham, cadangan devisa yang kita miliki terus bertambah – tetap tidak mengubah realita yang kita hadapi bahwa daya beli kita menurun, seluruh harga barang menjadi terlalu mahal bagi kebanyakan rakyat negeri ini.
Kalau saya sebagai seorang muslim percaya bahwa alat ukur yang adil adalah yang baku nilainya sepanjang zaman, karena hal ini memang bagian dari ajaran agama ini. Imam Ghazali ulama besar yang karyanya menjadi rujukan kita bahkan secara tegas memformulasikan bahwa hanya emas dan peraklah yang bisa jadi hakim atau timbangan yang adil dalam bermuamalah.
Karena nilai-nilai keadilan Islam ini bersifat universal, maka semua umat yang ingin menggunakan neraca keadilan akan ketemu keadilan yang sama. Disini saya ambilkan contoh pendapat Franklin Sanders - The Money Changers yang dimuat di GoldPrice.org dua hari lalu.
'Its impossible to judge value if you measure in US dollars. Like trying to shoot skeet off the end of a bass boat in a storm -- everything is changing. So you have to toss out thinking in dollars & start thinking in silver & gold.”
“Wa ma alhayatu ddunyaa illaa mataa ‘ul ghurur”.











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home