Apa Yang Akan Mempengaruhi Harga Dinar Minggu ini...?
Minggu lalu harga emas dunia bergejolak cukup tajam sehingga harga Dinar yang dihitung langsung dari harga emas dunia otomatis juga demikian. Posisi akhir pekan harga Dinar turun Rp 14,000 dari penutupan pekan sebelumnya di angka Rp 1,171,000 ke angka Rp 1,157,000,-
Pagi ini harga Dinar sedikit naik menjadi Rp 1,159,050,- karena melemahnya Rupiah terhadap Dollar di akhir perdagangan internasional dari Rp 9,447 menjadi Rp 9,465. Semua yang dibutuhkan untuk mengetahui trend harga Dinar kini disajikan lengkap di Blog ini, yaitu grafik perkembngan 3 hari terakhir harga emas internasional dan nilai tukar mata uang penting di kawasan ini.
Minggu ini terutama di awal pekan analis pasar emas seperti Franklin Sanders dari Gold Price Organization masih memperkirakan harga emas akan tetap cenderung turun, antara lain karena menguatnya US$ Index sampai 18 poin di akhir perdagangan hari Jum’at.
Namanya juga analis, pendapatnya bisa salah bisa benar, bahkan analis yang satu bisa sangat berbeda dengan analis yang lain. Para analis di Barclays Capital misalnya punya pendapat lain. Menurut mereka “Faktor eksternal seperti inflasi yang meninggi, kekawatiran ekonomi global, ketegangan geopolitik dan kecenderungan The Fed menurunkan suku bunganya akan lebih memungkinkan dorongan harga emas ke atas”.
Faktor lain lagi yang akan mendorong harga emas naik adalah alasan yang sangat fundamental yaitu supply emas yang terbatas.
Seperti yang sudah sering saya tulis di blog ini bahwa dalam jangka panjang mata uang kertas yang tidak bisa dipisahkan dari riba pasti hancurnya, senada dengan ini praktisi pasar emas international seperti Franklin Sanders juga sering sekali membuat catatan sebagai berikut :
“Untuk menghindari kebingunngan, perlu diingat bahwa seluruh komentar diatas memiliki horizon waktu yang sangat pendek. Selalulah berinvestasi dengan trend utama. Trend utama emas adalah naik, (dalam jangka panjang) targetnya adalah US$ 1,250.00 (sekarang baru US$ 880.00). Perak juga memiliki trend utama naik dengan target 16:1 (emas/perak – sekarang masih sekitar 55 :1 !), Saham trend utamanya turun demikian pula seluruh surat berharga yang denominasinya mata uang kertas. Real estate sekarang lagi bubble jadi trend utama-nya juga turun.”
Meskipun untuk jangka pendek pendapat masing-masing analis tersebut berbeda - ternyata untuk jangka panjang semua sepakat emas akan naik terus, namun bagi kita yang sudah menggunakan Dinar -sekali lagi bukan masalah naik turunnya harga, naik turunnya harga tidak mempengaruhi preferensi kita untuk tetap memilih mata uang yang adil dibandingkan dengan mata uang kertas yang tidak adil. Wallahu A’alm.
Pagi ini harga Dinar sedikit naik menjadi Rp 1,159,050,- karena melemahnya Rupiah terhadap Dollar di akhir perdagangan internasional dari Rp 9,447 menjadi Rp 9,465. Semua yang dibutuhkan untuk mengetahui trend harga Dinar kini disajikan lengkap di Blog ini, yaitu grafik perkembngan 3 hari terakhir harga emas internasional dan nilai tukar mata uang penting di kawasan ini.
Minggu ini terutama di awal pekan analis pasar emas seperti Franklin Sanders dari Gold Price Organization masih memperkirakan harga emas akan tetap cenderung turun, antara lain karena menguatnya US$ Index sampai 18 poin di akhir perdagangan hari Jum’at.
Namanya juga analis, pendapatnya bisa salah bisa benar, bahkan analis yang satu bisa sangat berbeda dengan analis yang lain. Para analis di Barclays Capital misalnya punya pendapat lain. Menurut mereka “Faktor eksternal seperti inflasi yang meninggi, kekawatiran ekonomi global, ketegangan geopolitik dan kecenderungan The Fed menurunkan suku bunganya akan lebih memungkinkan dorongan harga emas ke atas”.
Faktor lain lagi yang akan mendorong harga emas naik adalah alasan yang sangat fundamental yaitu supply emas yang terbatas.
Seperti yang sudah sering saya tulis di blog ini bahwa dalam jangka panjang mata uang kertas yang tidak bisa dipisahkan dari riba pasti hancurnya, senada dengan ini praktisi pasar emas international seperti Franklin Sanders juga sering sekali membuat catatan sebagai berikut :
“Untuk menghindari kebingunngan, perlu diingat bahwa seluruh komentar diatas memiliki horizon waktu yang sangat pendek. Selalulah berinvestasi dengan trend utama. Trend utama emas adalah naik, (dalam jangka panjang) targetnya adalah US$ 1,250.00 (sekarang baru US$ 880.00). Perak juga memiliki trend utama naik dengan target 16:1 (emas/perak – sekarang masih sekitar 55 :1 !), Saham trend utamanya turun demikian pula seluruh surat berharga yang denominasinya mata uang kertas. Real estate sekarang lagi bubble jadi trend utama-nya juga turun.”
Meskipun untuk jangka pendek pendapat masing-masing analis tersebut berbeda - ternyata untuk jangka panjang semua sepakat emas akan naik terus, namun bagi kita yang sudah menggunakan Dinar -sekali lagi bukan masalah naik turunnya harga, naik turunnya harga tidak mempengaruhi preferensi kita untuk tetap memilih mata uang yang adil dibandingkan dengan mata uang kertas yang tidak adil. Wallahu A’alm.











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home