Gold Dinar to
ORDER FORM
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   22 - Aug - 2008 Jam 01 : 00  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,143,670 1,097,923
Dirham 33,004 31,684
Emas *
24 K 265,008 254,407
22 K 242,924 228,348
20 K 220,840 203,173
18 K 198,756 178,880
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Sunday, December 30, 2007

Kehancuran Uang Kertas Mengikuti Deret Fibonacci...

Bahwasanya uang kertas yang menjadi salah satu pangkal Riba pasti hancur, ini sudah dijanjikan Allah dalam surat Al Baqarah 276 : “Allah Memusnahkan Riba dan Mensuburkan Sedeqah...”.

Namun karena para ekonom dan ilmuwan sering mengabaikan peringatan Al-Qur’an dan mengandalkan teori dan analisa ilmiah semata, maka pada tulisan ini saya berusaha menjelaskan proses ilmiah kehancuran mata uang kertas (US Dollar, Rupiah ata apapun namanya) dengan menggunakan analisa statistik harga Dinar dalam Rupiah dan dalam US$ selama 40 tahun terakhir.

Dalam ilmu statistik ada yang dikenal sebagai Deret Fibonacci, yaitu deret angka-angka 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89,144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765..dst. Angka-angka ini dihasilkan dengan cara menjumlahkan dua angka sebelumnya menjadi angka berikutnya. Contoh angka 5 adalah 2+3 ; angka 8 adalah 5+3 dst.

Apa istimewanya bilangan tersebut ? . Coba Anda bagi mulai angka 34:21 kemudian 55:34 gunakan kalkulator Anda dan set menjadi 3 digit di belakang koma – maka hasil pembagian akan menjadi angka 1.618. Begitupun angka-angka sesudahnya apabila dibagi dengan angka sebelumnya hasilnya akan menuju angka 1.618 tersebut.

Nah sekarang sebaliknya, bagi angka sebelumnya dengan angka sesudahnya...maka Anda akan selalu mendapatkan hasil angka 0.618.

Lantas apa istimewanya angka 1.618 dan 0.618 ini?. Ternyata angka ini banyak sekali kita jumpai di alam dan di tubuh kita. Barangkali ini antara lain yang diperintahkan Allah kepada kita untuk berpikir dalam surat Adz Dzaariyaat 21 “Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan ?”. Ternyata bilangan tersebut juga digunakan Allah untuk menciptakan keindahan tubuh kita.

Coba ukur bagian tubuh Anda di area-area berikut, maka Anda akan menjumpai angka Fibonacci tersebut :

1. Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan siku.

2. Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala / panjang kepala.
3. 
Jarak antara pusar dan ujung atas kepala / jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala.
4. 
Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan telapak kaki.
5. dst. dst.

Lantas apa hubungannya ini semua dengan kehancuran Rupiah dan Dollar ?.

Allah menjanjikan keteraturan di bumi ini ; coba perhatikan ayat berikut “Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah”. (QS. Al Mulk, 67: 3-4).

Dengan keteraturan pulalah Allah menghancurkan apa-apa yang di bumi, termasuk dalam memusnahkan Riba tersebut. Bahkan proses terjadinya kiamat-pun terurai secara rinci di Al-Quran dan Al Hadits, kejadiannya tahap demi tahap.

Di pasar modal, tahun 1937 ada ekonom yang terkenal R.N. Elliot yaang memperkenalkan teori gelombang yang disebut Elliot Wave Theory. Intinya naik turunnya harga saham juga mengikuti Deret Fibonacci tadi. Apabila kita bisa mengetahui kapan puncak yang satu, maka puncak berikutnya akan mendekati 1.618 kali puncak sebelumnya.

Dalam kaitan dengan nilai Dinar terhadap mata uang kertas Rupiah, titik puncak yang pertama dalam sepuluh tahun terkahir adalah di tahun 1998, sekarang sudah melewati puncak kedua. Bisa saja dalam waktu yang tidak terlalu panjang Dinar akan kelihatan lebih murah lagi, tetapi ini hanya sementara, selanjutnya akan menuju Deret Fibonacci berikutnya. Anggap puncak itu sekarang adalah Rp 1,096,900 per Dinar. Maka setelah menurun beberapa lama, harga Dinar insyaallah akan menuju puncak berikutnya yaitu 1.618 x Rp 1,096,900 atau berarti Rp 1. 8 juta , berikutnya lagi Rp 2.9 juta, Rp 4.6 juta, Rp 7.5 juta dst....sampai Rupiah benar-benar nggak ada nilainya.

Photobucket

Dollar Amerikapun demikian, puncak Harga Dinar tertinggi sebelumnya terjadi tahun 1980 dengan harga 1 Dinar setara US$ 88. saat ini harga Dinar yang mencapai US$ 116 masih belum mencapai puncak berikutnya. Berdasarkan Deret Fibonacci tersebut maka harga Dinar dalam waktu nggak terlalu lama insyaallah akan mencapai US$ 124. setelah itu akan turun sebentar, sebelum akhirnya rally menuju puncak-puncak berikutnya yaitu US$ 200 ; US$ 326, US$ 527 dst...sampai US$ benar-benar tidak ada nilainya.

Photobucket

Rentang waktu antara puncak satu dengan puncak lainnya bisa panjang (lihat US Dollar) – bisa pendek (lihat Rupiah)– tetapi polanya jelas dan jaraknya dari puncak satu ke puncak lain untuk seluruh mata uang kertas makin lama makin pendek. Ini juga sejalan dengan salah satu Hadits Rasulullah SAW yang pernah saya baca – mudah-mudahan Allah mengampuni saya bila saya keliru – yaitu apabila awal tanda kiamat sudah terjadi – maka tanda-tanda berikutnya akan beruntun terjadi dengan sangat cepat seperti jatuhnya butiran rantai kalung yang putus talinya....

Tanda-tanda kehancuran mata uang kertas sudah sangat jelas...., mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran darinya.

*Catatan : Di pasar internasional yang pernah secara ringkas menggunakan Deret Fibonacci untuk analisa harga emas adalah Gold Price Organization, Ilmu duniawinya tulisan ini diilhami oleh analisa di situs mereka www.goldprice.org - saya hanya berusaha menambahkan sudut pandang saya sebagai seorang muslim melihat fenomena tersebut.

Saturday, December 29, 2007

Catatan Akhir Tahun : Unjuk Kekuatan Dinar Sepanjang 2007

Tepat setahun yang lalu saya selesai menulis buku pertama saya tentang Dinar yang berjudul “Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham” yang diterbitkan oleh Spiritual Learning Center. Alhamdulillah dengan buku tersebut saya berkesempatan ‘mendakwahkan’ Dinar ke perbagai kalangan. Dari masjid ke masjid, dari kampus ke kampus, dari pengajian ke pengajian sampai ke acara televisi.

Audien saya pun bervariasi, dari peadagang pasar di Jakarta City Center, jemaah pengajian dhuha di Masjid Raya Pondok Indah, kelompok mahasiswa pilihan di Bandung, forum pimpinan perguruan tinggi ternama di jawa tengah, pesantren modern Gontor sampai ke pengajian beberapa anggota DPR kita.

Dari sekian banyak kalangan tersebut, sebagian besar sangat antusias untuk mengetahui seluk beluk Dinar ini. Bahkan dari awal, sebagian mereka langsung menggunakan Dinar untuk berbagai keperluannya seperti tabungan anak sekolah, tabungan haji dlsb.

Beruntunglah mereka yang dari awal hijrah dari mata uang yang tidak bernilai intrinsik (uang kertas Rupiah, Dollar dlsb) ke mata uang yang bernilai intrinsik dan perkasa sepanjang zaman yaitu Dinar dan Dirham.

Beberapa orang yang mulai tertarik menggunakan Dinar setahun yang lalu, mereka masih sempat membeli Dinarnya di harga Rp 830,000 (Jan’07) atau bahkan ada yang membeli pada harga Rp 760,000 (Nov’ 06).

Photobucket

Setahun setelah pengenalan kembali Dinar ini kita lakukan, sungguh terasa betapa benarnya agama Islam ini yang menganjurkan pemeluknya antara lain untuk menegakkan timbangan – dan menurut Imam Ghazali (Kitab Ihya, bab Syukur dan Sabar) timbangan yang adil untuk muamalah ya Dinar(Emas) dan Dirham (Perak) ini.

Betapa tidak, dengan timbangan yang sama – 1 Dinar tahun lalu orang masih bisa membeli dengan harga Rp 830,000; sekarang orang harus membelinya dengan harga Rp 1.090,100*. atau mengalami kenaikan sebesar 31 % dalam 12 bulan...! Bukan Dinarnya yang tambah mahal – karena di Zaman Rasulullah uang satu Dinar setara harga 1 ekor kambing dan sekarangpun juga demikian – uang Rupiah (uang kertas atau uang fiat) nya lah yang hancur nilainya.

Photobucket

Secara umum tahun 2007 adalah tahun terburuk bagi mata uang kertas dunia. Dollar Amerika yang dianggap perkasa-pun tahun ini terpuruk sangat dalam terhadap Dinar. Setahun yang lalu harga 1 Dinar setara dengan US$ 88.00. Pada saat tulisan ini saya buat 1 Dinar setara dengan US$ 115.72*. Dinar tahun ini mengalami penguatan 32 % terhadap Dollar Amerika...!

Photobucket

Dollar yang berasal dari negara yang menganngap dirinya adikuasa ternyata tahun ini kinerjanya sama saja dengan uang Rupiah kita – sama-sama hancurnya !.

Sejak krisis moneter terjadi di Indonesia tahun 1997/1998, orang-orang berduit Indonesia lebih suka menyimpan uangnya dalam mata uang Dollar Amerika atau mata uang asing lainnya yang dianggap kuat. Namun setelah apa yang terjadi tahun ini terhadap Dollar Amerika, akan tetap percayakah kita pada mata uang kertas tersebut – dari manapun asalnya ?...Wallahu a’lam .

*Angka dan grafik saya update 01/01/2008 karena ada perubahan harga sedikit di perdagangan emas dunia hari terakhir 31/12/2007.

Thursday, December 27, 2007

Bukti Sejarah Keunggulan Mata Uang Dinar Ketika Hidup Se Zaman Dengan Mata Uang Lain

Sampai sekitar 82 tahun lalu sebelum kekalifahan Usmaniyah bubar umat Islam memiliki mata uangnya sendiri yang sangat kuat yaitu Dinar dan Dirham.

Ddalam kejayaan Islam, umat ini tidak pernah mengikuti umat-umat lain memasuki lubang biawak (istilah yang saya ambil dari hadits Rasulullah SAW). Bahkan pada akhir abad 19 dan awal abad 20, ketika Negara-negara Eropa kebingungan menentukan nilai mata uangnya dan bolak balik antara rezim gold standard dan fractional reserve - umat Islam tetap tegar menggunakan mata uang Dinar dan Dirham dan tidak terpengaruh oleh kebingungan tersebut.

Dari data lebih dari satu setengah abad antara pertengahan abad 17 sampai awal abad 19, ketika Islam dibawah Kekhalifahan Usmaniah dan dunia barat diwakili oleh Inggris, ternyata Kekhalifahan Islam lebih bisa menjaga stabilitas harga dibandingkan dengan dunia barat. Hal ini membuktikan bahwa selain sistem ekonomi yang bebas riba, mata uang yang dipakai dunia Islam yaitu emas (Dinar) dan perak (Dirham) jelas memiliki stabilitas daya beli yang lebih baik. Grafik dibawah ini menggambarkan perkembangan index harga dari tahun 1657 sampai 1817di Kekhalifahan Usmaniah dan di Kerajaan Inggris. Trend linear yang lebih datar di Kekhalifahan Usmaniah menunjukkan arah yang lebih stabil (lebih datar) dibandingkan dengan trend liner index harga di wilayah Kerajaan Inggris.

Photobucket

Grafik Perbandingan Index Harga di Kekhalifahan Usmaniah dan Di Kerajaan Inggris 1657 - 1822
Sumber diolah dari: International Institute on Social History, Holland

Bukti Kestabilan Daya Beli Dinar Terhadap Minyak Mentah

Ketika saya menjelaskan betapa stabilnya daya beli Dinar selama lebih dari 1400 tahun terakhir dengan mengutip hadits Rasulullah SAW - bahwa di zaman Beliau hidup harga 1 ekor kambing 1 Dinar dan sekarangpun dengan uang 1 Dinar kita tetap bisa membeli 1 ekor kambing yang besar, saya dikritik oleh teman-teman ekonom saya bahwa contoh yang saya berikan tidak relevan dengan skala ekonomi zaman sekarang.

Kritikan tersebut mendorong saya melakukan riset kecil-kecilan untuk mencarikan contoh komoditi zaman sekarang dikaitkan dengan daya beli Dinar. Hasilnya adalah grafik terlampir.

Photobucket

Dari grafik tersebut kita bisa belajar bahwa selama enam puluh tahun terakhir sejak berakhirnya perang dunia kedua, harga minyak mentah dunia dalam US$ telah mengalami kenaikan 64.8 kali. Pada saat Perang Dunia II berakhir harga minyak mentah dunia saat tu adalah US$ 1.47 per barrel (1946), dan sekarang pada saat artikel ini saya tulis harga minyak mentah dunia telah mencapai US$ 95.26 per barrel dengan trend naik (lihat garis hijau dan trend hitam).

Pada periode yang sama, harga minyak mentah dunia apabila dibeli dengan Dinar hanya mengalami kenaikan sebesar 2.7 kalinya, dan dengan trend menurun khususnya selama 20 tahun terakhir. Harga minyak mentah dunia dibeli dengan Dinar Islam (emas 22 karat seberat 4.25 gram) pada tahun 1946 harganya 0.34 Dinar, sedangkan harga sekarang dalam Dinar adalah 0.92 Dinar. Harga minyak mentah dunia dalam Dinar tertinggi pernah mencapai 0.99 Dinar yaitu pada tahun 1979 ketika terjadi penyanderaan warga Amerika Terikat di Teheran-Iran.

Tuesday, December 25, 2007

Negara Yang 'Merampok' Uang Rakyatnya...

Kalaulah judul tersebut ide saya, seorang muslim yang hanya berusaha mengamalkan ajaran agama saya...mungkin saya sudah dituduh penghasut masyarakat atau yang lebih serem lagi teroris ekonomi...; tetapi tidak, judul tersebut bukan dari saya, tetapi dari sidang resmi senat Amerika Serikat dengan Federal Reserve-nya. Kalau Anda punya akses internet yang baik, silahkan menikmati video ini :

Frequently Asked Question : Tanya Jawab Tentang Dinar

Tanya :
Apakah Dinar itu ?

Jawab :
Yang dimaksud Dinar adalah Dinar Islam atau juga disebut Islamic Gold Dinar (IGD). Terbuat dari emas 22 karat seberat 4.25 gram.

Tanya :
Bagaimana mengetahui suatu keaslian Dinar ?

Jawab :
Keaslian Dinar ditentukan oleh kadar emasnya (22 karat) dan beratnya (4.25 gram). Design atau tulisan bisa saja berbeda. Untuk memudahkan masyarakat Indonesia memperoleh Dinar asli, Gerai Dinar hanya merekomendasikan Dinar yang diproduksi oleh Logam Mulia (PT. Aneka tambang, Tbk).

Tanya :
Apakah Dinar ini dipakai sebagai mata uang oleh salah satu negara di dunia saat ini ?

Jawab :
Saat ini tidak ada negara di dunia yang benar benar menggunakan mata uang Dinar Islam, tetapi sepanjang sejarah Islam sejak zaman rasulullah s.a.w. sampai saat keruntuhan Kekhalifahan Usmaniah Turki, Dinar Islam inilah yang digunakan sebagai mata uang.

Tanya :
Saat ini banyak beredar investasi Dinar Irak, apakah ini sama dengan Dinar Islam ?

Jawab :
Dinar Irak sama sekali berbeda dengan Dinar Islam yang kita sediakan. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa (uang fiat) yang diberi nama Dinar dan tidak memiliki nilai intrinsik.

Tanya :
Bagaimana menghitung harga Dinar saat ini ?

Jawab :
Karena terbuat dari emas, maka harga Dinar mengikuti harga emas dunia. Karena harga emas dunia dalam US$, Euro dlsb. Sedangkan nilai Rupiah juga bergerak relatif terhadap mata uang negara-negara lain tersebut , maka harga Dinar juga dipengaruhi harga Rupiah.

Tanya :
Kalau harga terus berubah, terus harga yang mana yang kita pakai pada saat jualan Dinar ?

Jawab :
Untuk memudahkan para mitra bertransaksi, Gerai Dinar hanya akan mengupdate harga Dinar dua kali sehari yaitu pagi sebelum jam 7.00 WIB dan siang sebelum jam 1.00 WIB. Apabila sampai jam tersebut harga Dinar tidak di update maka harga yang berlaku adalah harga sebelumnya.

Tanya :
Apakah harga Dinar akan terus naik ?

Jawab :
Harga Dinar berfluktusai mengikuti harga emas dunia. Apabila ditarik dalam jangka panjang, jelas harga emas terus mengalami kenaikan yang significant yaitu dari US$ 35 /troy ounce 40 tahun lalu menjadi US$ 800-an saat ini. Meskipun demikian penting sekali untuk disadari oleh para pengguna Dinar bahwa yang naik/turun secara significant sesungguhnya bukanlah Dinar atau emas itu sendiri melainkan mata uang kertas yang digunakan sebagai pembandingnya. Sebagai contoh tahun 1980 harga emas sudah pernah mencapai US$ 600-an / troy ounce karena saat itu US$ lagi lemah (peristiwa penyanderaan WN Amerika di Teheran). Selama dua puluh tahun kemudian emas berfluktuasi antara US$ 250 – US$ 400 sebelum akhirnya sejak tahun 2000 sampai awal Maret 2008 emas terus naik mencapai diatas US$ 975/ troy ounce.

Tanya :
Apakah saya akan akan mengalami kerugian apabila ternyata harga emas akan turun selama bertahun-tahun seperti yang terjadi antara tahun 1980-2000 ?

Jawab :
Sekali lagi karena yang naik turun adalah alat ukur pembandingnya yang memang tidak bisa diandalkan (uang kertas), maka untung atau rugi terhadap nilai mata uang tertentu baik US$ maupun Rupiah tidak perlu menjadi ukuran satu-satunya atas keberhasilan atau kegagalan investasi Dinar kita. Menggunakan Dinar adalah proses hijrah dari penggunan alat ukur muamalat yang tidak adil (uang kertas) ke alat ukur yang adil (Dinar/Emas). Dinar atau emas terbukti memiliki daya beli yang stabil selama lebih dari 1400 tahun (hadits tentang harga kambing) dan di dunia modern juga terbukti memiliki daya beli terhadap minyak mentah yang stabil sejak perang Dunia II.

Tanya :
Apabila pada saat transaksi Dinar belum ada, apakah boleh memesan dahulu ?

Jawab :
Karena kebutuhan Dinar di masyarakat saat ini lebih tinggi dari tingkat produksi Dinar di logam mulia, maka sering tidak terhindarkan Dinar harus dipesan dahulu ke Antam terutama apabila permintaannya dalam jumlah besar. Apabila ini dilakukan maka harga disepakati di depan - dan transaksi mengikuti aturan jual beli pesanan atau 'istisna' - penyerahan setelah Dinar diperoleh Logam Mulia.

Tanya :
Apakah Gerai Dinar menjamin pembelian kembali Dinar yang sudah dibeli masyarakat ?

Jawab :
Gerai Dinar hanya membantu masyarakat yang saling membutuhkan untuk menjual atau juga membeli Dinar. Sifatnya tentu bukan jaminan tetapi kemudahan dan prioritas yang diberikan oleh Gerai Dinar kepada para nasabahnya untuk menjual kembali Dinarnya di seluruh jaringan keagenan yang ada. Gerai Dinar beroperasi seperti toko emas yang menjual emas perhiasan; meskipun tidak perlu memberikan jaminan pembelian kembali - insyaallah kalau nasabah ingin menjual akan dibeli atau disalurkan ke pembeli lain.

Karena barang yang dibeli emas, selain bisa dijual di Gerai Dinar dan seluruh jaringan keagenannya- Dinar insyaallah selalu bisa diperjual belikan antar sesama pengguna Dinar , dijual ke logam mulia dan bisa juga dijual ke toko emas.

Tanya :
Dimana saya menyimpan Dinar saya setelah saya beli ?

Jawab :
Dinar dapat disimpan di rumah sebagaimana kita menyimpan perhiasan, namun dianjurkan terutama apabila jumlahnya banyak untuk disimpan yang lebih aman di safe deposit box yang disediakan oleh perbankan. Safe deposit box ini cukup murah mulai dari Rp 200-an/tahun. Dan memiliki safe deposit box bukan hanya untuk menyimpan Dinar tetapi juga dapat dipakai untuk menyimpan dokumen-dokumen penting lainnya.

Dalam waktu dekat insyaallah Gerai Dinar juga menyediakan penitipan penyimpanan Dinar berproteksi asuransi syariah dengan biaya sekitar 0.5% per tahun.

Ada juga cara lain untuk menyimpan Dinar dan sekaligus memproduktifkannya melalui cara Dinar di Qirad-kan atau dimudharabahkan. Dengan cara ini maka penitipan Dinar tidak dikenakan biaya tetapi malah memberikan bagi hasil. Bedanya hanya Dinar tidak bisa diambil setiap saat, diperlukan waktu minimal 1 bulan pemberitahuan didepan apabila Dinar yang di Qirad-kan akan diambil/dicairkan. Lebih jauh bisa lihat artikel yang terkait masalah ini.

Tanya :
Berapa banyak saya perlu membeli Dinar ?

Jawab :
Kalau sifatnya hanya untuk simpanan sangat dianjurkan untuk menyimpan Dinar secukupnya saja, yaitu cukup untuk mengantisipasi masa pensiun, antisipasi menghadapi berbagai musibah, antisipasi kebutuhan keluarga seperti sekolah anak dan antsisipasi untuk warisan secukupnya agar tidak meninggalkan keturunan yang lemah. Menyimpan emas (atau harta dalam bentuk apapun termasuk uang kertas) diluar untuk kebutuhan ini dapat tergolong menimbun yang sangat dilarang agama.

Untuk Dinar yang diputar sebagai alat usaha tidak ada batasannya sejauh hak-hak Allah dan manusia lain (zakat dlsb) ditunaikan.

Tanya :
Apakah saya wajib zakat atas Dinar yang saya tabung ?

Jawab :
Ya tentu, sama seperti perhiasan, uang kertas Anda dan harta-harta lainnya, semua terkena wajib zakat apabila telah mencapai nisabnya (20 Dinar) dan melewati satu tahun. Zakatnya adalah 2.5% apabila di hitung dalam tahun Qomariah dan 2.58% apabila dihitung dalam tahun Syamsiah .

Tanya :
Dinar cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi saya tetapi bagaimana dengan kebutuhan saya untuk perlindungan terhadap risiko ?

Jawab :
Hanya kepada Allah kita semua berlindung, namun sebagai medan ikhtiar kita harus juga mengantisipasi risiko-risiko seperti kecelakaan, kematian dlsb. Untuk ini kita tetap bisa membeli produk-produk asuransi syariah, khususnya untuk proteksi risiko. Asuransi yang hanya untuk proteksi risiko ini ada di pasaran antara lain dengan nama Personal Accident dan Term Life ; preminya jauh lebih murah dibandingkan dengan asuransi jiwa yang mengandung unsur saving atau investasi.

Tanya :
Dimana saya bisa peroleh Dinar ?

Dinar bisa diperoleh melalui jaringan mitra Gerai Dinar atau perwakilan-perwakilannya yang insyallah terus bertambah dari waktu ke waktu. saat ini Dinar juga sudah dapat diperoleh di kota-kota besar Indonesia.

Tanya :
Bagaimana caranya menjadi Mitra Gerai Dinar ?

Jawab :
Mitra Gerai Dinar ada dua kategori yaitu mitra permodalan (shahibul mal) dan mitra penjualan (wakil). Mitra permodalan adalah perorangan atau badan hukum yang menyediakan modal (minimal 100 Dinar) untuk pembukaan Gerai Dinar di pasar tertentu. Mitra penjualan/perwakilan adalah perorangan atau badan hukum yang menggarap pasar tertentu.

Tanya :
Berapa bagi hasil untuk shahibul mal dan berapa untuk wakil penjualan ?

Jawab :
Shahibul mal dan wakil penjualan berbagi hasil sama besar yaitu masing-masing 1% dari jumlah Dinar yang diperdagangkan. Apabila shahibul mal berjualan sendiri tanpa melalui wakil maka otomatis hak keduanya (2%) menjadi hak shahibul mal.

Tanya :
Bagaimana perhitungan harga jual dan harga beli Dinar ?

Jawab :
Harga jual Dinar mengikuti harga emas internasional, ditambah biaya cetak, pajak, biaya operasi dan margin untuk para mitra. Dari keseluruhan biaya ini, dijaga agar harga Dinar tidak lebih tinggi dari 5% diatas biaya perolehannya (harga emas dan ongkos cetak & transportasi/security). Dari5% tersebut 2% dicadangkan untuk pajak netto, 1% untuk shahibul mal, 1% untuk penjual dan 1% untuk support dari Gerai Dinar (administrasi, pengelolaan dan l;ayanan).

Tanya :
Lalu kalau saya menjual kembali Dinar saya, dengan harga berapa Gerai Dinar mau membeli ?

Jawab:
harga beli kembali kami apabila nasabah mau menjual Dinarnya ke kami adalah 4% dibawah harga kami menjual. dari 4 % ini, 2 % adalah unsur alokasi pajak, san 2 % adalah margin penjualan Gerai Dinar.

Tanya :
Apakah untuk dapat membeli Dinar dari Gerai Dinar harus menjadi anggota DinarClub ?

Jawab:
Tidak, tidak harus. Semua orang boleh membeli Dinar di Gerai Dinar. Hanya saja mendaftar sebagai anggota Dinarclub tidak ada ruginya karena club ini tidak memungut biaya apapun. Dengan menjadi anggota DinarClub informasi harga Dinar dapat diperoleh melalui sms services setiap saat diperlukan. Tolong menolong sesama anggota Club juga dimungkinkan untuk saling berjual beli Dinarnya maupun produk-produk lain yang nantinya bisa ditawarkan oleh sesama anggota.

Tanya :
Bagaimana cara mendaftar untuk menjadi anggota DinarClub ?

Jawab:
Pendaftaran anggota DinarClub cukup melalui sms ke nomor-nomor berikut: 0856 93 010101, 0813 88 010101 atau 0815 84 010101 dengan pesan : reg#nama#alamat#kota#profesi#nomor referensi. Nomor referensi adalah nomor Id yang memberikan referensi (pada umumnya sama dengan nomor hp dari member yang memberikan referensi. Apabila referensi Anda adalah situs ini maka nomor referensi bisa diisi 01). Setelah terdaftar anggota biasa data mengakses informasi Dinar dengan pesan CEK DINAR.

Tanya :
Kalau saya tidak berhasil menghubungi nomor-nomor Gerai dinar tersebut bagaimana ?

Jawab:
Kecil kemungkinan tiga nomor dari tiga server teresebut down pada waktu yang bersamaan, meskipun demikian apabila ini terjadi - informasi harga Dinar Insyaallah tetap bisa di cek secara manual ke nomor 021 93 300 300 atau melalui informasi harga Dinar/Dirham di situs ini.

Buku 5 : Perencanaan Finansial Berbasis Dinar – Panduan Praktis Bagi Muslim Modern

Ketika kami mulai melakukan penelitian dan serangkaian eksperimen di dunia nyata untuk penggunaan Dinar dan menuliskannya menjadi buku, buku tersebut ternyata menjadi terlalu tebal (sekitar 500 halaman); oleh karenanya buku tersebut kemudian kami pecah jadi 2. bagian pertama sudah diterbitkan dan dipasarkan dengan judul Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham (buku 4); bagian kedia menjadi buku Perencanaan Finansial Berbasis Dinar ini.

Buku pertama fokus pada sejarah, politik ekonomi, dan teori dasar mengenai Dinar. Buku kedua fokus pada aplikasinya pada kehidupan muslim modern. Buku ini saat ini sedang dalam tahap akhir di penerbit Gema Insani Press. Insyaallah awal 2008 sudah ada di pasaran.

Buku 4 : Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham

Sampai buku saya yang ketiga saya hanya menulis masalah asuransi syariah, takaful, risk manajemen dan sejenisnya yang saya bangun berdasarkan pengalaman 20 tahun bekerja di industri yang terkait. Di buku ke empat, saya putuskan untuk menulis sesuatu yang sangat berbeda dan mendasar. Buku keempat lebih didasarkan pada hasil penelitian, dan ekperimen di dunia nyata.

Buku keempat ini diterbitkan oleh Spiritual Learning Center (2007). Isi blog ini secara keseluruhan merupakan summary dari buku yang saya tulis tersebut.

Buku 3 : Asuransi Umum Syariah dalam Praktek

Buku saya yang ketiga ini merupakan terjemahan dari buku yang pertama , karena banyaknya permintaan untuk menterjemahkan buku saya yang pertama tersebut. Sama dengan yang pertama buku yang ketiga ini juga diterbitkan oleh Gema Insani Press (2006).

Summary akan saya taruh juga disini nantinya.

Buku 2 : Takaful Solution

Sama dengan buku saya yang pertama, buku kedua ini juga saya tulis ketika kami mempersiapkan training internasional mengenai Takaful/ Islamic Insurance yang di sponsori oleh Islamic Development Bank (IDB).

Buku yang ini Diterbitkan oleh Islamic Insurance Institute (2005). Summary akan saya taruh disini nantinya.

Buku 1 : General Takaful Practice

Buku ini saya tulis ketika kami mempersiapkan training internasional mengenai Takaful/ Islamic Insurance yang di sponsori oleh Islamic Development Bank (IDB).

Buku Diterbitkan oleh Gema Insani Press (2005). Summary akan saya taruh disini nantinya.

Sebagai Instrumen Investasi, Dinar Hanya Di Peringkat Ke Dua Setelah...

Islam mengajarkan kita untuk selalu jurjur, termasuk ketika kita berdagang. apabila barang dagangan kita cacat atau ada kelemahanpun kita harus memberi tahu ke pembeli atau memudahkan pembeli untuk mengetahui cacat/kelemahan barang dagangan tersebut.

Anda mungkin merasa ini Aneh, karena setiap penjual kecap akan selalu mempromosikan kecapnya sebagai no 1 (yang terbaik) - penjual apapun juga demikian - lihat misalnya di persaingan iklan operator telepon seluler - masing-masing mengklaim dirinya yang terbaik, padahal mereka semua tahu persis bahwa yang no 1 mestinya ya hanya 1, lainnya pasti no 2, 3 dst.

Dalam konteks memperkenalkan jualan yang jujur inilah, dari awal kita ingin memperkenalkan bahwa Dinar sebagai alat investasi hanya menduduki Peringkat 2. Anda kaget ?, begitulah realitanya. Betul bahwa dalam 40 tahun terakhir Dinar atau emas mengalami appresiasi nilai rata-rata 28.73% per tahun terhadap Rupiah; terhadap US$ rata-rata peningkatan nilai 10.12%/tahun dalam kurun waktu yang sama - khusus tahun ini per hari ini (25/12/2007) Dinar/emas mengalami peningkatan nilai 30.10 % dibandingkan nilai Dinar/emas setahun yang lalu. Appresiasi ini tentu sangat jauh dibandingkan dengan hasil deposito Rupiah (rata-rata hanya 7- 6 % bersih pertahun) maupun Dollar (3- 4 % bersih pertahun); namun tetap ada investasi lain yang lebih menarik dari Dinar/emas - apa itu ?.

Investasi yang paling menarik adalah usaha/perdagangan yang berjalan baik. Ambil contoh Anda memiliki usaha perdagangan dengan modal 100 Dinar, setiap minggu Anda berhasil mendapatkan keuntungan 1 % saja dari modal atau 1 Dinar, maka dalam setahun uang Anda telah menjadi 167 Dinar atau peningkatan nilai 67% - mengapa demikian ? , karena setahun ada 52 minggu ditambah efek compound dari hasil yang diinvestasikan kembali.

Meskipun usaha/perdagangan yang berhasil merupakan investasi no 1, Ada prasyarat untuk ini yaitu Anda harus sangat menguasai bisnis atau perdagangan Anda. hal ini menuntut banyak hal mulai dari pengetahuan, pengalaman, disiplin diri, kontrol disamping modal itu sendiri.

Kalau Anda tidak memiliki salah satunya maka Islam memberi banyak solusi. Kalau Anda hanya punya modal tetapi tidak memiliki keahlian berusaha, maka Anda dapat menjadi shahibul mal dan mencari mudharib yang bisa menjalankan usaha yang Anda minati. Kalau Anda hanya memiliki keahlian tetapi tidak memiliki modal, maka Anda dapat menjadi mudharib dan mencari shahibul mal yang sesuai dengan keahlian Anda. Kalau Anda memiliki modal dan keahlian tetapi merasa dua hal ini tidak memadai, maka Anda dapat mencari mitra untuk bersyarikah. Intinya tidak ada alasan untuk tidak mulai merintis usaha.

Ada langkah yang sangat aman dalam merintis usaha ini, dan inilah yang kita lakukan di Gerai Dinar; yaitu menjadikan usaha kita berbasis Dinar. Kita sadari bahwa Dinar hanya no 2 sebagai investasi, dan usahalah/perdagangan sektor riil-lah yang no 1; namun dengan menggunakan Dinar sebagai basis usaha kita (sebaga1 unit account & penyimpan nilai stock) - maka seburuk-buruk hasil usaha ini adalah masih no 2. Ibarat di pertandingan final, juara 2 sudah kepegang - tinggal berjuang keras sedapat mungkin menjadi juara 1 tentunya.

Lebih dari itu Dinar bukan hanya sebagai alat investasi; perpindahan Anda dari uang kertas ke uang Riil berupa Dinar dan Dirham adalah perpindahan dari timbangan yang tidak adil ke timbangan yang Adil. Apapun hasil investasi Anda, jangan menoleh kebelakang kembali atau membandingkan hasil usaha Anda ke timbangan/ukuran yang tidak adil (uang fiat/uang kertas) tersebut. Wallahu a'lam bis showab

Kehancuran Ekonomi Yang Berbasis Uang Kertas...

Belum lama ini saya di interview oleh Q TV bersama Pak Riawan Amin (Presdir Bank Muamalat & dan Penulis Buku Satanic Finance) dan Direktur Eksekutif Econit ibu Dr. Hendri Saparini. Temanya cukup menantang yaitu " Kembali Ke Dinar & Dirham atau Indonesia Tergadai".

Dengan judul tersebut saya sendiri sempat ragu apakah bangsa kita siap menerima kenyataan atau mengetahui bahwa kita sedang terjajah secara ekonomi, apakah pemimpin-pemimpin kita meyadari hal ini atau bahkan menikmati situasi yang ada ?. Barangkali Bapak-bapak/ibu kita yang duduk di pemerintahan, yang duduk di DPR dan yang juga sangat penting yang duduk di BI perlu belajar lagi, bahkan rakyat dan sebagian pemimpin Amerika Serikat saja meyadari bahwa mereka tersesat dalam system ekonomi yang berbasis uang kertas...kehancuran sedang berada di depan mata...kalau Anda beruntung punya jaringan internet yang bagus, silahkan nikmati video ini :

Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Dengan Dinar, Tetapi Jangan Menimbun...!

Melihat judul ini mungkin Anda bingung, bagaimana kita menggunakan Dinar dan bahkan juga menyimpannya tetapi tidak menimbunnya ?. Bagaimana caranya ?, apa batasannya ? dlsb.

Mengenai tanggung jawab kita terhadap harta sudah saya tulis di artikel lain yaitu “Harta Kita, Aset atau Liability ( di Akhirat)”. Intinya adalah menjadi kewajiban kita untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, keluarga, mengantisipasi kebutuhan dharurat dan, meninggalkan keturunan yang kuat.

Bahkan Al-Qur’an mengajarkan bagaimana kita mengantisipasi kebutuhan dharurat tersebut melalui surat Yusuf 47-48 berikut :

“Dia (Yusuf) berkata:’Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang tujuh tahun yang sangat sulit yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit). kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan”.

Ayat diatas adalah ayat yang menjadi dasar sekaligus menjadi metode (minhaj) bagaimana seorang muslim mempersiapkan diri menghadapi masa sulit. Apa bentuk masa sulit umat jaman sekarang ?. Secara luas masa sulit ini bagi kita yang hidup di zaman ini bisa berupa krisis moneter seperti yang kita alami puncaknya tahun 1997-1998. masa banyak musibah kekeringan, gempa bumi, banjir – semuanya menjadi trigger masa sulit bagi umat.

Kemudian secara individu masa sulit ini bisa berarti kehilangan pekerjaan/penghasilan, pensiun, sakit, ditinggal mati kepala keluarga dlsb.

Lantas bagaimana mengatasinya ? Simpan sebagian penghasilan di ‘tangkainya’. Maksud menyimpan gandum ditangkainya adalah agar tidak cepat busuk atau menurun kwalitas dan nilainya, agar tetap bisa menjadi bibit yang bisa ditanam kembali kapan saja.

Harta dan penghasilan umat jaman sekarang mayoritas tentu bukan gandum, melainkan mayoritas berupa uang. Nah bagaimana mempertahankan uang agar tidak mengalami pembusukan nilainya dari waktu-ke waktu ? Jawabannya sederhana – itulah mengapa uang dalam Islam harus sesuati yang memiliki nilai yang riil (nilai intrinsik) seperti emas, perak, gandum, kurma dst. Dari komoditi riil tersebut untuk saat ini tentu emas yang berupa Dinar paling praktis penyimpanannya. Emas batangan juga aman, namun tidak terlalu likwuid dan tidak memiliki fleksibilitas dalam penjumlahan maupun pembagian. Misalnya Anda punya 100 gram emas. Anda hendak butuhkan 10 gram untuk kebutuhan bulan ini – tidak mudah bukan untuk memecahnya ?. Lain halnya dengan Dinar, Anda punya 100 Dinar, hendak di konsumsi 10 Dinar – tinggal dilepas yang 10 Dinar dan dipertahankan yang 90 Dinar.

Menyimpan Dinar hanya perlu secukupnya – setiap kita diilhami untuk bisa mengetahui kecukupan kita masing-masing ( tanya hati kecil kita – pasti kita tahu), kita diberi ilham oleh Allah untuk mengetahui “Maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya” (QS 91:8).

Apa risikonya kalau kita menyimpan harta – dalam bentuk apapun baik itu uang kertas, rumah, mobil, saham, maupun emas- secara berlebihan dan tidak menafkahkan di jalan Allah ?. Ancamannya adalah Azab yang pebih bagi penimbun harta. (QS 9:34-35).

Jadi menyimpan harta secukupnya untuk memenuhi kewajiban kita terhadap diri, keluarga dan keturunan adalah sesuatu yang boleh dan ada tuntunannya karena ini bagian dari ketahanan ekonomi umat – dalam AlQuran surat Yusuf tersebut diatas disebut Yukhsinun (Tukhsinun untuk orang kedua).

Sebaliknya menyimpan diluar yang dibutuhkan dan tidak menafkahkan di jalan Allah adalah perilaku menimbun yang amat sangat dilarang – di AlQuran disebut Yaknizun.

Perbedaan antara Yukhsinun dan Yaknizun inilah yang kita harus tahu karena kita diilhami olehNya untuk mampu membedakannya. Wallahu A’lam.